Saturday, February 6, 2021

Meningkatkan Imunitas Tubuh

 

                                                             Sabtu, Februari 2021

Tantangan Menulis Blog hari ke-6

Lomba Blog PGRI

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Oleh Lusia Wijiatun,S.Pd

 


Selamat bertemu teman-teman di akhir pekan ini,semoga sehat selalu. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pandemi corona ini belum juga berlalu, bahkan di beberapa daerah  semakin meningkat.   Selama masa pandemi  ini, banyak orang berusaha untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang disebut juga Imunitas  pada diri seseorang berbeda-beda. Namun demikian setiap orang harus meningkkatkan imunitas ini agar terhindar dari segala macam penyakit apalagi virus corona.

Banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, misalnya dengan rutin berolah raga,istirahat yang cukup, makan makanan yang banyak mengandung protein. Dan yang lebih penting adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral.Vitamin dan mineral banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran.

Selain itu masih banyak cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh, misanya dengan minun air kelapa yang dicampur dengan madu dan jeruk nipis.

Tak mau ketinggalan Bu Widi juga melakukkan hal sama seperti yang dilakukan banyak orang. Bu Widi memilih mengomsumsi air hangat yang diberi irisan jeruk lemon setiap hari.

Cara ini ini juga sudah banyak dilakukan, apalagi masa pandemi ini. Oleh karena itu harganyapun meningkat pula.

 Akhir-akhir ini banyak orang mulai beralih pada tanaman yang disebut tanaman sungkai, katanya daun sungkai ini dapat digunakan sebagai obat korona. Caranya lima atau tujuh lembar daun sungkai direbus dengannair secukupnya. Kemudian air rebusan diminum hangat-hangat. Bu Widi juga mencoba minum air rebusan daun sungkai itu,rasanya seperti teh,sedikit agak pahit. Namun hanya beberapa hari saja bu Widi minum air rebusan daun sungkai itu. Sebenarnya Apakah  daun sungkai itu?

Mengutip mhomecare.co.id sungkai merupakan salah satu tumbuhan asli Kalimantan.Meski asli Kalimantan,tanaman ini juga dijumpai di daerah Sumtra Barat,Bengkulu,Jambi,Sumatra Selatan dan Jawa Barat. Tumbuhan sungkai banyak di hutan skunder pada berbagai jenis tanah.Biasanya sungkai tumbuh di tanah yang mrngandung air.Ariefa Primair dkk dalam penelitiannya berjudul “ Uji Potensi Daun muda Sungkai” ( Peronema canescens) untuk kesehatan (imunitas) pada Mecit(.Mus.muculus) mengatakan bahwa sungkai sering disebut juga jati sabrang,ki sabrang,kurus sungkai,atau sekai.Tumbuhan ini termasuk dalam Family Verbenaseae.

Di Bengkulu,tumbuhan ini bisa dijumpai di hutan,kebun,maupun halaman.Tanaman ini biasanya dugunakan sebagai pagar hidup.( Indonesia.go.id)

Di samping rumah bu Widi pun ada tumbuhan sungkai ini, pohon sungkai tumbuh di pagar antara rumah bu Widi dengan kebun yang dimiliki oleh orang yang baik hati. Hampir setiap hari ada saja yang mengambil daun sengkai. Mereka dapat mengambil seperlunya,salah satu diantara mereka mengatakan bahwa daun ini dapat menyembuhkan penyakit,dapat juga mengobati masuk angin.

Setiap hari ada saja orang yang mengambil daun sungkai, hingga daun sungkai terlihat agak gundul. Namun sekarang sudah mulai terlihat tunas yang semakin segar dan berwarna hijau. Semoga semakin subur,dan dapat dipetik kembali untuk orang yang membutuhkannya,sebagai penangkis serangan virus. Semoga bermanfaat dan semoga sehat selalu.

 

Salam Literasi

Salam sehat dan Bahagia

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783

Friday, February 5, 2021

Selada Air

 

Jumat,5 Februari 2021

Tantangan Menulis Blog hari ke-5

Lomba Blog PGRI

 

 Selada Air

                                           


 Selada air adalah salah satu jenis sayuran yang hidup  di daerah perairan. Selada ini akan tumbuh subur dan sangat cantik bila tumbuh di perairan yang jernih dan airnya sedikit mengalir.Budi daya selada dapat dilakukan dengan cara tanam hidroponik yang proses penanamnya dapat dilakukan dengan menggunakan bekas kemasan air mineral,bila tidak mempunyai lahan.Cara hidroponik ini biasanya dengan menggunakan media air yang aliran airnya diatur untuk metabolisme agar selada tumbuh subur.

Sudah lama bu Widi tidak mengolah sayuran ini. Dulu bu Widi sering mengolah sayuran selada ini, karena anak-anaknya sangat menyukai.Bila ditumis rasanya enak membuat selera   makan meningkat.Dalam seminggu bu Widi dapat mengolah selada ini sampai 3 kali.Pengalaman membuktikan bahwa makan dengan sayur selada anak-anak bu Widi tidak mengalami sulit makan atau tidak selera makan, seperti yang dialami anak-anak teman bu Widi.

Selada air sangat berkhasiat bagi tubuh agar tubuh selalu sehat, karena selada air dilengkapai dengan berbagai nutrisi penting yaitu mengandung kalori,karbohidrat,protein dan serat. Bahkan selada juga mengandung vitamin dan mineral seperti,kalsium,posfor,zat besi,natrium,kalium,tembaga,seng dan tambahan vitamin B,vitamin C,serta vitamin K.

Selain meningkatkan selera makan,ada beberapa  manfaat selada air yaitu: tinggi kandungan antioksidan,mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, melindungi kesehatan jantung, menjaga kesehatan tulang, menyehatkan mata.( sumber:helosehat.com)

 Hari ini bu Widi mengolah sayur selada atas permintaan anaknya yang saat ini  berada di rumah.Maka pulang dari sekolah bu Widi segera membeli sayuran itu.  Selada dipetik  dengan mudah tanpa harus menggunakan pisau.Selanjutnya selada ditumis, dan siap dihidangkan.

 Makanan sudah siap, bu Widi segera memanggil anaknya untuk makan siang bersama. Sejak pandemi covid-19 ini, di rumah bu Widi sering makan bersama. Karena anaknya  masih kuliah dari rumah, sedangkan bu Widi sering pulang lebih awal.Kesempatan ini dapat digunakan untuk selalu bersama.

Bu Widi senang sekali melihat anaknya makan dengan lahapnya. Terlihat seperti ketika masih kecil. Bu Widi menatap anaknya sambil berkata, “ Ayo nak, tambah nasi dan sayurnya.”   “ Ya bu, terimakasih,” jawab anaknya

Saat ini anak bu Widi masih dalam tahap membuat skripsinya. Adapun bimbingan skripsi dilaksanakan melalui daring.

Terkadang mendapat kesulitan dalam komunikasi, terlebih apabila koneksi internet sedang mengalami sinyal yang buruk. Membutuhkan waktu yang agak lama untuk dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya.

Bu Widi selalu memberi dukungan kepada anaknya itu agar selalu bersabar. Bu Widi berharap skripsi dapat dikerjakan  dengan lancar, semoga dapat selesai tepat waktu. Semoga dosen pembimbingnya selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari segala macam penyakit terutama dari pandemi Covid-19 ini.Amin

Selesai makan siang bu Widi masih harus mengerjakan pekerjaan lainnya.Masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan bu Widi. Tanpa menunggu-nunggu bubWidi segera mengerjakan tugas itu. Selain  bartugas sebagai guru bu Widi salah satu  aktifis  di sebuah komunitas Gereja. Untuk itu ada beberapa tugas yang harus diselesaikan,apalagi sejak pergantian tahun ini. Banyak laporan yang harus dibuat,bahkan beberapa hari yang lalu bu Widi juga sempat menghadiri suatu pertemuan  yang berhubungan dengan tugasnya.Namun tentu saja tetap dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Menjelang sore tugas itu pun dapat diselesaikan,bu Widi merasa lega. Puji Syukur bagi Tuhan karena telah menyelesaikan tugas ini, Terimakasih Tuhan atas perlindungan-Mu sepanjang hari ini. Semoga hari esok aku dapat bekerja kembali dengan baik dan selalu memuji nama-Mu ya Tuhan melalui karya-karya yang Engkau percayakan kepadaku. Amin, doa bu Widi dalam hati.

Salam Literasi

Salam sehat dan Bahagia

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783



Thursday, February 4, 2021

Diary Kamis 4 Februari

                                                            

Kamis,4 Februari 2021

Lomba Blog PGRI

 Tugas Hari Ini

 Halo Teman teman, bagaimana ya kabarnya? Mungkin semua sudah menyelesaikan menulis dalam Tantangan menulis Blog  PGRI bulan Februari  hari ke empat ini  ya. Hari ini terlihat bu Widi sibuk sekali,mulai dari pagi tadi bangun tidur sudah mulai dengan kegiatan rutinnya.

 Kegiatan pertama yang dilakukan ya pastinya bersyukur atas anugerah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menikmati hari ini. Serta mohon perlindungan untuk segala kegiatan yang akan dikerjakan. Kemudian dilanjutkan dengan tugas rutin lainnya. Tepat pukul 07.00 bu Widi berangkat ke sekolah dengan mengendarai si Putih sepeda motornya yang selalu siap menemani.Begitu pun harim ini, bu Widi segera menstater  motornya menuju ke sekolah tempat bu Widi mengabdi.

 Sampai di sekolah, anak-anak sudah banyak yang datang dan lansung menuju ke kelas masing-masing,terlihat bapak ibu guru pun sibuk dengan tugas masing-masing. Bu Widi juga siap dengan tugasnya.  Siswanyapun sudah duduk rapi  siap memerima pelajaran dari bu Widi.

 Sebelum memulai pelajaran, seperti biasa bu Widi mempersilahkan siswanya untuk berdoa,kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.Tidak lupa bu Widi memperhatikan satu-persatu dan menanyakan kabar mereka. Dengan gembira mereka menjawab sebagai tanda bahwa mereka dalam keadaan baik.Terlihat buku –buku mereka sudah siap di atas meja.

Bu Widi menlanjutkan membuka pelajaran dengan memberikan sedikit nasihat sebagai ganti literasi selama 10 menit. Pada kesempatan itu bu Widi mengingatkkan kembali tentang situasi saat ini, bahwa pandemi covid-19 belum sepenuhnya terkendali. Bahkan semakin banyak yang terpapar, oleh karena itu bu Widi berharap kepada para siswanya selalu mengikuti aturan yang berlaku di sekolah ini.

 Jangan kendor dalam mematuhi aturan yaitu protokol kesehatan yang selalu didengungkan di mana-mana. Berikut anak-anak harus rajin mencuci bilas  tangan, menjaga jarak. Dan sebaikknya anakk-anak juga harus memakai alat-alat sekolah sendiri, jangan bergantian dengan teman. Tidak kalah pentingnya setiap kali selesai memegang benda misalnya buku, pensil dan lain-lain segera semprot bagian telapak tangan dengan handsanitizer.

 Baru saja bu Widi menjelaskan hal itu, tiba-tiba terdengar suara sirene ambulan yang melewati jalan utama di mana sekolah bu Widi pun berada di sekitar itu.Memang dalam minggu ini ambulan lebih sering melewati jalan didepan sekolah bu Widi, entah apa yang terjadi semoga semua baik baik saja.

Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan belajar matematika. Salah seorang siswa angkat bicara menyampaikan bahwa dia sudah membuat pekerjaan rumah. Pembelajaran denag membahas pekerjaan rumah terlebih dahulu. Siswa dapat mengerjakan soal dengan baik, hampir semua mendapat nilai bagus. Wajah mereka terlihat gembira,semoga tetap semangat saat menerima pelajaran yang baru nanti.

Pelajaran dilanjutkan dengan  kompetensi berikutnya yaitu Mencari Luas permukaan bangun ruang. Untuk menggali kemampuan  siswa terhadap materi pelajaran bu Widi meminta siswa untuk mengerjakan soal. Salah satu siswa dapat menyelesaikan soal meskipun masih belum sepenuhnya benar. Maka Bu Widi melanjutkan dengan menjelaskannya.

Para siswa bu Widi sangat antuasias dengan pelajaran hari ini,tak terasa waktu berlalu begitu cepat.sebentar lagi akan tiba waktu pulan, pekerjaan siswa dikoreksi satu persatu.Siswa bu Widi shiep dua ini tergolong cerdas sehingga dapat mengerjakan soal dengan baik.

 

Lima belas menit ke depan bu Widi menberikan nasihat-nasihat lagi, untuk memberi penguatan agar siswa mengulang kembali di rumah. Anak- anak gembira hari ini, untuk menambah kegembiraan mereka bu Widi mengajak siswanya untuk mennyanyikan lagu Ibu Kartini dengan cara mereka terlebih dahulu. Kemudian bu Widi menjelaskan cara menyanyikan lagu itu dengan benar.

 Selesai tugas sekolah  hari ini bu Widi menstater si Putihnya kembali menuju tempat ke rumah. Dalam perjalanan pulang, di kampung tetangga ada yang mendapat musibah, tanpa melewatkan waktu bu Widi segera mampir dengan mengucapkan turut berduka cita. Mengingat situasi dan kondisi saat ini bu Widi segera pulang.

 Tugas di rumah sudah menanti, bu Widi segera mengerjakan tugasnya dengan cepat. Karena ada tugas selanjutnya yang akan dikerjakan oleh bu Widi sudah menanti.Setelah selesai tugas rumah  bu Widi segera menyelasaikan membuat laporan keuangan tempat dimana bu Widi dipercaya sebagai bendahara.

 Menjelang sore laporan selesai dibuat, Bu Widi merasa lega  semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Kini saatnya bu Widi menulis untuk mengisi blognya kembali.Semoga Bu Widi dapat menyelesaikan tulisannya untuk hari ini. Mekipun yang ditulis bu Widi hanya merupakan tulisan yang sederhana.  Menurut Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno,SH menulis adalah Luapan Rasa Cinta yang Tak Tercapai.

Tulisan bu Widi ini mungkin luapan rasa cinta atau ungkapan hati, atau mungkin merangkai kata. Intinya menulis setiap hari,seperti tangtangan Februari ini. Semoga bu Widi dapat menyelesaikannya. Salam sehat selalu. 

Salam Literasi

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783


Pandemi Covid-19 Belum Terkendali


Lomba Blog PGRI

 Hari ini Rabu, 3 Februari 2021

 Pandemi Covid- 19 Belum Terkendali

Pandemi covid 19 belum juga terkendali, hal ini membuat orang semakin khawatir mengahadapinya. Protokol kesehatan yang sudah dilaksanakan dengan baikpun ternyata belum sepenuhnya dapat memutus rantai penularan. Hal ini disebabkan karena adanya penularan  yang begitu cepat. Orang yang terlihat sehat sehat saja ternyata  dinyatakan positif.

 Pandemi covid 19 virus yang penularannya begitu cepat,hal ini menjadi momok yang menakutkan. Pasien yang mengalaminya harus segera diisolasi dan atau mengisolasi diri. Hal ini membuat para penderita merasa terkucilkan. Padahal tidak begitu, seperti yang terjadi di dekat rumah bu Widi ini. Penderita menutup diri,khawatir,takut dan cemas  bahkan tidak mau mengangkat telepon bila dihubungi.Merasa bahwa tidak  ada yang memperhatikan,tidak ada yang memberi dukungan.Perasaan yang demikian hendaklah dibuang jauh-jauh,karena perasaan yang demikian akan terbawa pikiran. Hal seperti inilah yang dapat menurunkan sistem imunitas tubuh kita. Sebaiknya hilangkan perasaan seperti itu. Yakinlah bahwa penyakit dapat disembuhkkan.Banyak berdoa,minum obat sesuai aturan,banyak mengkonsumsi vitamin dan sayuran.

 Bu Widi ingin sekali menghibur dan memberikan dukungan,memberikan semangat kepada temannya itu. Namun niat baik belum tentu baik menurut orang lain,apalagi ketika mengalmi sakit yang selama ini memang ditakuti oleh banyak orang.

 Dengan penuh kesabaran hampir setiap hari bu Widi menyapa,dan memberi  dukungan, namun tidak juga direspon. Bu  Widi dapat memaklumi keadaan temannya itu.  Setiap hari walau hanya dengan ucapan,” Selamat berhari minggu,bagaimana kabarnya, bu? Semoga dengan ucapan demikian dapat menggugah hatinya agar dapat lebih bersemangat.

 Suatu hari bu Widi menyapa lagi melalui chat dengan ucapan, Selamat pagi bu,bagaimana kabarnya hari ini?Beberapa saat menunggu, Puji Tuhan. Untuk kali ini dijawab dengan penuh kegembiraan demikian jawabannya, Selamat pagi bu, kami sekeluarga dalam keadaan baik dan sudah mulai beraktifitas.

 Betapa senangnya bu Widi mendapat jawaban seperti itu,rasa heran,cemas yang menghantui dirinya hari itu hilang. Begitu membaca  tulisan yang diposting temannya itu. Puji Tuhan, mereka sekeluarga baik-baik dan sehat serta sudah berahtifitas kembali sesuai dengan tugas mereka masing-masing.

 

Beberapa hari kemudian, tanpa disangka-sangka buWidi  bertemu dengan temannya itu, rasa gembira tak tertahan ingin rasanya mengulurkan tangan,namun niat itu diurungkan. Bu Widi juga merasa bahwa raut wajah temannya itu belum sepenuhnya bergembira. Teman bu Widi merasa dirinya sangat menakutkan,orang-orang tidak mau mendekat, takut semua orang melihat aku, bu, katanya dengan mata berkaca-kaca. Untuk sementara ini aku tidak akan pergi ke mana-mana selain bertugas,katanya lagi. Pulang dari dari sekolahpun aku selalu di rumah saja.Bu Widi segera menghibur agar kesedihan temannya, tanpa bu Widi sadari iapun ikut berkaca-kaca.

 

Sekali lagi bu Widi memberi penguatan kepada temannya itu,dengan ucapan yang sabar ya menghadapi orang disekitar, tunjukan bahwa ibu baik-baik saja dan jangan menutup diri, berperilakulah seperti biasa dan tetap semangat, buWidi menambah ucapannya.

 Temannya pun sedikit terhibur,dan mengucapkan terimakasih kepada bu Widi,kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Semoga semakin cepat pulih, dan kembali percaya diri lagi. Mari kuta lawan korona denagn selalu ingat pesan ibu.Salam sehat selalu

 Salam Literasi

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783

 

Wednesday, February 3, 2021

Cuaca Tidak Menentu

 

2 Februari 2021

 Cuaca Tidak Menentu

 Cuaca yang tidak menentu,sulit diprediksi  baru  saja cerah tiba-tiba mendung sepertinya hujan akan turun. Kemudian panas lagi, sore  menjelang malam hujan sangat lebat. Pagi ini cuaca begitu cerah,setelah hujan  lebat kemaren  sore hingga malam harinya. Mentari di ufuk timur memperlihatKan senyumnya.Indahnya pagi ini membuat setiap orang yang berangkat bekerja tersenyum ceria.

 Bu Widi segera bergegas menuju ke tempat tugas,yang terletak kurang lebik dua kilometer saja dari rumahnya. Hari ini hari kedua di bulan Februari, tantangan menulis di bulan ini mungkin dapat bu Widi ikuti,namun bu Widi telat informasi. Semoga saja dapat mengikuti hingga 28 hari kedepan.

 Lalu apa yang akan ditulis oleh bu Widi?  Mungkin seputar kegiatannyan saja, hari ini 2 Februari waktu mengajar bu Widi agak longgar karena ada mata pelajaran Olahraga dan Pendidikan Agama Islam. Kesempatan itu tidak disia –siakan oleh bu Widi untuk mengerjakan tugas lainnya.Sebagai guru kelas enam dan yang dianggap senior bu Widi selalu menunjukan dedikasi yang tinggi dalam tugasnya.  Bu Widi selalu datang lebih awal, begitu juga dengan hari ini, sesampai di sekolah bu Widi langsung menanti peserta didiknya di dekat  tempat cuci tangan.Meski sudah menjadi kebiasaan mencuci tangan, tapi bagi anak-anak tentu saja harus selalu diingatkan agar selalu mencuci tangannya.

 

Dengan keramahan bu Widi selalu memanggil    peserta didiknya yang lupa agar  segera mencuci tangan sebelum masuk ke kelas,meskipun sudah masuk bilik steril dengan cairan sabun namun tetap harus mencuci tangan dengan sabun.Setelah selesai mencuci tangan peserta didik, masuk kekelas dengan tertib.

 

Seperti yang sudah diceritakann di atas, bahwa hari ini bu Widi ada jam kosong maka bu Widi segera mengerjakan tugas lain yaitu menyiapkan daftar calon peserta ujian, berikut perlengkapan lainnya. Supaya pelaksanaan ujian  dapat terlaksana dengan baik maka harus disiapkan sejak sekarang.  Sebenarnya hal ini sudah biasa dilakukan, bahkan setiap tahun merupakan pekerjaan bu Widi, namun jika tidak disiapkan sejak sekarang dikhawatirkan akan ada yang kelupaan.

 Bel berbunyi tanda bahwa pelajaran hari ini telah usai,anak-anak dipersilahkan pulang,untuk melanjutan pelajaran di rumah.Paserta  didik keluar dengan tertib  sesuai dengan protokol kesehatan. Para orang tua pun sudah menunggu anak mereka masing-masing. Karena dianjurkan bagi orang tua agar menjemput tepat waktu.

 Terlihat pintu gerbang mulai dibuka oleh satpam yang dengan seti asejak pagi selalu berada di posnya. Menyadari akan tugas yang diemban, satpampu mengatur siswa untuk keluar pintu gerbang dengan tertib.  Untuk keluar  diatur   dari kelas satu sampai dengan kelas tiga  melalui gerbang samping sekolah. Sedangkan kelas  empat  sampai dengan kelas enam keluar melalui gerbang depan. Keluarnyapun diatur perkelas meski dalam satu kelas hanya ada 15 orang. Semua itu dilakukan agar tidak  terjadi kerumunan.

 Apabila semua kegiatan dilakukakn dengan tertib dan disiplin maka pemutusan rantai penularan pandemi covid-19.Itulah yang menjadi harapan kita semua,terlebih bu Widi sangat berharap semua akan baik baik saja. Meskipun masih ada rasa khawatir setiap kali bu Widi menghadapi peserta didiknya. Oleh karena itu bu Widi akan tetap selalu berhati-hati.

 

Salam Literasi

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783

 


Tuesday, February 2, 2021

Semangat di Awal Februari

                                                    



Semangat di Awal Februari

Lusia Wijiatun,S.Pd

Kurang lebih satu bulan bu Widi tidak menyentuh laptopnya. sejak itu pula laptopnya mulai lamban dan sulit digunakan, untuk keluar memperbaikinya pun,bu Widi  merasa enggan. Karena beberapa tetangga dekatnya terpapar virus korona,Jadi kegiatannya selama ini banyak tertunda. Hampir setiap hari bu Widi selalu memberi semangat kepada tetangganya itu. Meskipun hanya melalui chat dan telepon. Itulah yang dapat diberikan bu Widi tetangganya.Untuk memberi penguatan dan semangat kepada temannya itu.

                                                        

Seharusnya banyak yang harus dilakukan bu Widi, banyak pengalaman yang terjadi atas dirinya, namun apa daya. Untuk sementara bu Widi tidak ahtif, banyak juga pesan yang masuk melalui email dan pesan lainnya. Namun banyaknya kesibukan yang selama satu bulan ini, hingga tidak dapat mengkafer kembali email dan pesan ynag masuk. Rasa lelah dan juga malas menghantui bu Widi, Bu Widi sempat terlena  dengan kemalasan  melakukan kebiasaan menulisnya yang sudah dibangunnya selama ini.

 Hari ini, 1 Februari 2021 bu Widi berusaha bangkit, begitu banyak pesan dan tulisan yang menggairahkan kembali.  Perlahan dibuka kembali  satu demi satu pesan dan tulisan ada, begitu banyak kemajuan yang dialami teman-teman. Mereka semakin bersemangat, dan tulisannya semakin bagus.Bu Widi bangkit menulis kembali, tanpa malu-malu,terimakasih teman-teman atas dukungannya.

 Hujan begitu deras seolah-olah menertawakan bu Widi, namun tak dihiraukannya. Mencoba menulis kembali entah ide apa yang muncul hari ini. Bu Widi tetap melanjutkan tulisannya, saat ini ia baru saja selesai mengantarkan beberapa amplop kepada tetangganya yang baru saja pulang dari kampung. Kemaren Bu Widi mendapat mandat untuk mengikuti Rapat Anggota Tahunan koperasi. Karena masa pandemi ini, maka rapat hanya diwakilkan oleh beberapa orang saja.

 Peraturan hanya mengizinkan untuk berkumpul maksimum 30 orang, jadi satu orang mewakili 9 orang. Oleh karena itu bu Widi mempunyai kewajiban untuk mengantar hasil keputusan rapat dan sisa hasil usaha yang diperoleh tiap anggota kepada anggota yang diwakilinya.

 Senang sekali rasanya bu Widi dapat menyelesaikan tugas itu.Memang pengalaman yang demikian mungkin sudah biasa dialami orang lain, tapi bagi bu Widi  baru kali ini. Itupun karena adanya pandemi korona ini,  yang mengakibatkan banyaknya kegiatan yang tidak dapat dilakukan  dengan semestinya. Namun itulah kenyataan yang dihadapi saat ini

.Masa pandemi ini kita tidak dapat berbuat banyak,dalam arti melakukan kegiatan di luar. Kegiatan di luar cukup dengan seperlunya saja. Kemudian kegiatan dilanjutkan di rumah,semua itu untuk menjaga kesehatan bersama. Terlebih di daerah  bu Widi ini tingkat penularan virus korona  semakin serius. Banyak warga yang terpapar tanpa gejala sehingga agak sulit dikendalikan.

Dari pengalaman beberapa orang yang terpapar, bahwa penularan terjadi akibat dari memenuhi undangan pernikahan kerabat di luar kota.Bahkan ada juga yang hanya memenuhi undangan di dalam kota.

 Berdasarkan Surat Edaran Bupati Rejang Lebong no 180/0040/Bag 3/2021 terhitung mulai tanggal 1 Februari 2021 sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan lebih lanjut dan/ atau  Pandemi Covid-19 sudah dinyatakan terkendali,tentang Pembatasan dan penghentian kegiatan/acara  yang bersifat keramaian / kerumunan.

 Semua dilakukan oleh pemerintah daerah,sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian  Covid-19.Agar tidak semakin meluas dan menular pada masyarakat umumnya.

Sebagai warga negara yang baik, hendaklah warga tetap mematuhi aturan demi menjaga kesehatan bersama.Begitu pula bu Widi,dia melakukan tugas sesuai aturan yang berlaku. Hari ini masuk sekolah seperti biasa.

 Kegiatan pembelajran yang dilakukan hanya dengan waktu dua jam, dimanfaatkan bu Widi dengan baik. Bu Widi harus mengemas pembelajaran itu agar siswa dapat memmahami,mengerti setiap materi yang dijelaskan. Tidak mudah memang, namun bu Widi harus kerja lebih keras lagi agar dapat memmanfaatkan waktu yang ada.

 Bila dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh  pada semester satu yang lalu, memang lebih baik pada semester genap ini.Bu Widi dapat bertemu langsung dengan para peserta didik, meskipun harus melakukan pembelajran yang sama untuk dua rombongan belajar.Para perserta didik pun terlihat lebih memahami materi yang dijelaskan. Dengan penuh perhatian dan penuh harapan peserta didik selalu menanti Bu Widi  agar dapat bertanya tentang hal –hal yang belum dipahami.  Semangat para peserta didik inipun sangat menggembirakan  bu Widi, yang selalu siap membantu peserta didiknya.

 Semoga bu Widi selalu sehat dan dapat mendapingi siswa,dan semoga pandemi segera berlalu dari muka bumi ini.

Monday, February 1, 2021

 

1 Februari 2021

Merangkai Kata

Hari ini kubuka kembali laptop  yang selama ini menemani  waktu luangku,

setelah kurang lebih satu bulan hanya tergeletak saja.

Rasa capai terlihat dari wajahnya yang selalu sendu dan terlihat lamban bergerak.

 Hari ini sudah ceria kembali ,dapat digunakan lagi dengan baik,

 dan siap menemaniku merangkai  kata yang selama ini berserakan.

 Kucoba untuk mengumpulkan kembali dengan penuh niat dan keberanianku.

 

Aku tergugah dari tidurku untuk kembali merangkai  kata,

Rangkaian kata yang tak pernah sempurna,

Namun tidak mengecilkan hatiku, aku coba bangkit dan bangkit lagi.

Banyak sudah yang terlewatkan, banyak sudah yang tidak kuhiraukan,

banyak sudah yang tertinggal

Namun akan kucoba mengejar dan kuraih kembali,

Akan kah semua itu dapat kuraih?

 

Suara derasnya hujan,seolah menertawakan dan mengejekku

Seolah berkata, ke mana selama ini?apa yang kau lakukan selama ini?

Mana semangatmu, mana keceriaanmu?

Ayo ... bangkit,bangkitkan semangatmu,

Hadang rintangan,jangan biarkan rintangan itu membelenggumu,

 

Hujan mulai reda, seolah mengerti jawabanku,

Atau mungkin melihat-jari jemariku  yang mulai menari,

Tapi Masihkah ada kesempatan.......

 

Salam sehat

Lusia W