Thursday, February 4, 2021

Pandemi Covid-19 Belum Terkendali


Lomba Blog PGRI

 Hari ini Rabu, 3 Februari 2021

 Pandemi Covid- 19 Belum Terkendali

Pandemi covid 19 belum juga terkendali, hal ini membuat orang semakin khawatir mengahadapinya. Protokol kesehatan yang sudah dilaksanakan dengan baikpun ternyata belum sepenuhnya dapat memutus rantai penularan. Hal ini disebabkan karena adanya penularan  yang begitu cepat. Orang yang terlihat sehat sehat saja ternyata  dinyatakan positif.

 Pandemi covid 19 virus yang penularannya begitu cepat,hal ini menjadi momok yang menakutkan. Pasien yang mengalaminya harus segera diisolasi dan atau mengisolasi diri. Hal ini membuat para penderita merasa terkucilkan. Padahal tidak begitu, seperti yang terjadi di dekat rumah bu Widi ini. Penderita menutup diri,khawatir,takut dan cemas  bahkan tidak mau mengangkat telepon bila dihubungi.Merasa bahwa tidak  ada yang memperhatikan,tidak ada yang memberi dukungan.Perasaan yang demikian hendaklah dibuang jauh-jauh,karena perasaan yang demikian akan terbawa pikiran. Hal seperti inilah yang dapat menurunkan sistem imunitas tubuh kita. Sebaiknya hilangkan perasaan seperti itu. Yakinlah bahwa penyakit dapat disembuhkkan.Banyak berdoa,minum obat sesuai aturan,banyak mengkonsumsi vitamin dan sayuran.

 Bu Widi ingin sekali menghibur dan memberikan dukungan,memberikan semangat kepada temannya itu. Namun niat baik belum tentu baik menurut orang lain,apalagi ketika mengalmi sakit yang selama ini memang ditakuti oleh banyak orang.

 Dengan penuh kesabaran hampir setiap hari bu Widi menyapa,dan memberi  dukungan, namun tidak juga direspon. Bu  Widi dapat memaklumi keadaan temannya itu.  Setiap hari walau hanya dengan ucapan,” Selamat berhari minggu,bagaimana kabarnya, bu? Semoga dengan ucapan demikian dapat menggugah hatinya agar dapat lebih bersemangat.

 Suatu hari bu Widi menyapa lagi melalui chat dengan ucapan, Selamat pagi bu,bagaimana kabarnya hari ini?Beberapa saat menunggu, Puji Tuhan. Untuk kali ini dijawab dengan penuh kegembiraan demikian jawabannya, Selamat pagi bu, kami sekeluarga dalam keadaan baik dan sudah mulai beraktifitas.

 Betapa senangnya bu Widi mendapat jawaban seperti itu,rasa heran,cemas yang menghantui dirinya hari itu hilang. Begitu membaca  tulisan yang diposting temannya itu. Puji Tuhan, mereka sekeluarga baik-baik dan sehat serta sudah berahtifitas kembali sesuai dengan tugas mereka masing-masing.

 

Beberapa hari kemudian, tanpa disangka-sangka buWidi  bertemu dengan temannya itu, rasa gembira tak tertahan ingin rasanya mengulurkan tangan,namun niat itu diurungkan. Bu Widi juga merasa bahwa raut wajah temannya itu belum sepenuhnya bergembira. Teman bu Widi merasa dirinya sangat menakutkan,orang-orang tidak mau mendekat, takut semua orang melihat aku, bu, katanya dengan mata berkaca-kaca. Untuk sementara ini aku tidak akan pergi ke mana-mana selain bertugas,katanya lagi. Pulang dari dari sekolahpun aku selalu di rumah saja.Bu Widi segera menghibur agar kesedihan temannya, tanpa bu Widi sadari iapun ikut berkaca-kaca.

 

Sekali lagi bu Widi memberi penguatan kepada temannya itu,dengan ucapan yang sabar ya menghadapi orang disekitar, tunjukan bahwa ibu baik-baik saja dan jangan menutup diri, berperilakulah seperti biasa dan tetap semangat, buWidi menambah ucapannya.

 Temannya pun sedikit terhibur,dan mengucapkan terimakasih kepada bu Widi,kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Semoga semakin cepat pulih, dan kembali percaya diri lagi. Mari kuta lawan korona denagn selalu ingat pesan ibu.Salam sehat selalu

 Salam Literasi

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783

 

Wednesday, February 3, 2021

Cuaca Tidak Menentu

 

2 Februari 2021

 Cuaca Tidak Menentu

 Cuaca yang tidak menentu,sulit diprediksi  baru  saja cerah tiba-tiba mendung sepertinya hujan akan turun. Kemudian panas lagi, sore  menjelang malam hujan sangat lebat. Pagi ini cuaca begitu cerah,setelah hujan  lebat kemaren  sore hingga malam harinya. Mentari di ufuk timur memperlihatKan senyumnya.Indahnya pagi ini membuat setiap orang yang berangkat bekerja tersenyum ceria.

 Bu Widi segera bergegas menuju ke tempat tugas,yang terletak kurang lebik dua kilometer saja dari rumahnya. Hari ini hari kedua di bulan Februari, tantangan menulis di bulan ini mungkin dapat bu Widi ikuti,namun bu Widi telat informasi. Semoga saja dapat mengikuti hingga 28 hari kedepan.

 Lalu apa yang akan ditulis oleh bu Widi?  Mungkin seputar kegiatannyan saja, hari ini 2 Februari waktu mengajar bu Widi agak longgar karena ada mata pelajaran Olahraga dan Pendidikan Agama Islam. Kesempatan itu tidak disia –siakan oleh bu Widi untuk mengerjakan tugas lainnya.Sebagai guru kelas enam dan yang dianggap senior bu Widi selalu menunjukan dedikasi yang tinggi dalam tugasnya.  Bu Widi selalu datang lebih awal, begitu juga dengan hari ini, sesampai di sekolah bu Widi langsung menanti peserta didiknya di dekat  tempat cuci tangan.Meski sudah menjadi kebiasaan mencuci tangan, tapi bagi anak-anak tentu saja harus selalu diingatkan agar selalu mencuci tangannya.

 

Dengan keramahan bu Widi selalu memanggil    peserta didiknya yang lupa agar  segera mencuci tangan sebelum masuk ke kelas,meskipun sudah masuk bilik steril dengan cairan sabun namun tetap harus mencuci tangan dengan sabun.Setelah selesai mencuci tangan peserta didik, masuk kekelas dengan tertib.

 

Seperti yang sudah diceritakann di atas, bahwa hari ini bu Widi ada jam kosong maka bu Widi segera mengerjakan tugas lain yaitu menyiapkan daftar calon peserta ujian, berikut perlengkapan lainnya. Supaya pelaksanaan ujian  dapat terlaksana dengan baik maka harus disiapkan sejak sekarang.  Sebenarnya hal ini sudah biasa dilakukan, bahkan setiap tahun merupakan pekerjaan bu Widi, namun jika tidak disiapkan sejak sekarang dikhawatirkan akan ada yang kelupaan.

 Bel berbunyi tanda bahwa pelajaran hari ini telah usai,anak-anak dipersilahkan pulang,untuk melanjutan pelajaran di rumah.Paserta  didik keluar dengan tertib  sesuai dengan protokol kesehatan. Para orang tua pun sudah menunggu anak mereka masing-masing. Karena dianjurkan bagi orang tua agar menjemput tepat waktu.

 Terlihat pintu gerbang mulai dibuka oleh satpam yang dengan seti asejak pagi selalu berada di posnya. Menyadari akan tugas yang diemban, satpampu mengatur siswa untuk keluar pintu gerbang dengan tertib.  Untuk keluar  diatur   dari kelas satu sampai dengan kelas tiga  melalui gerbang samping sekolah. Sedangkan kelas  empat  sampai dengan kelas enam keluar melalui gerbang depan. Keluarnyapun diatur perkelas meski dalam satu kelas hanya ada 15 orang. Semua itu dilakukan agar tidak  terjadi kerumunan.

 Apabila semua kegiatan dilakukakn dengan tertib dan disiplin maka pemutusan rantai penularan pandemi covid-19.Itulah yang menjadi harapan kita semua,terlebih bu Widi sangat berharap semua akan baik baik saja. Meskipun masih ada rasa khawatir setiap kali bu Widi menghadapi peserta didiknya. Oleh karena itu bu Widi akan tetap selalu berhati-hati.

 

Salam Literasi

Lusia Wijiatun,S Pd

No pokok anggota PGRI 07030489783

 


Tuesday, February 2, 2021

Semangat di Awal Februari

                                                    



Semangat di Awal Februari

Lusia Wijiatun,S.Pd

Kurang lebih satu bulan bu Widi tidak menyentuh laptopnya. sejak itu pula laptopnya mulai lamban dan sulit digunakan, untuk keluar memperbaikinya pun,bu Widi  merasa enggan. Karena beberapa tetangga dekatnya terpapar virus korona,Jadi kegiatannya selama ini banyak tertunda. Hampir setiap hari bu Widi selalu memberi semangat kepada tetangganya itu. Meskipun hanya melalui chat dan telepon. Itulah yang dapat diberikan bu Widi tetangganya.Untuk memberi penguatan dan semangat kepada temannya itu.

                                                        

Seharusnya banyak yang harus dilakukan bu Widi, banyak pengalaman yang terjadi atas dirinya, namun apa daya. Untuk sementara bu Widi tidak ahtif, banyak juga pesan yang masuk melalui email dan pesan lainnya. Namun banyaknya kesibukan yang selama satu bulan ini, hingga tidak dapat mengkafer kembali email dan pesan ynag masuk. Rasa lelah dan juga malas menghantui bu Widi, Bu Widi sempat terlena  dengan kemalasan  melakukan kebiasaan menulisnya yang sudah dibangunnya selama ini.

 Hari ini, 1 Februari 2021 bu Widi berusaha bangkit, begitu banyak pesan dan tulisan yang menggairahkan kembali.  Perlahan dibuka kembali  satu demi satu pesan dan tulisan ada, begitu banyak kemajuan yang dialami teman-teman. Mereka semakin bersemangat, dan tulisannya semakin bagus.Bu Widi bangkit menulis kembali, tanpa malu-malu,terimakasih teman-teman atas dukungannya.

 Hujan begitu deras seolah-olah menertawakan bu Widi, namun tak dihiraukannya. Mencoba menulis kembali entah ide apa yang muncul hari ini. Bu Widi tetap melanjutkan tulisannya, saat ini ia baru saja selesai mengantarkan beberapa amplop kepada tetangganya yang baru saja pulang dari kampung. Kemaren Bu Widi mendapat mandat untuk mengikuti Rapat Anggota Tahunan koperasi. Karena masa pandemi ini, maka rapat hanya diwakilkan oleh beberapa orang saja.

 Peraturan hanya mengizinkan untuk berkumpul maksimum 30 orang, jadi satu orang mewakili 9 orang. Oleh karena itu bu Widi mempunyai kewajiban untuk mengantar hasil keputusan rapat dan sisa hasil usaha yang diperoleh tiap anggota kepada anggota yang diwakilinya.

 Senang sekali rasanya bu Widi dapat menyelesaikan tugas itu.Memang pengalaman yang demikian mungkin sudah biasa dialami orang lain, tapi bagi bu Widi  baru kali ini. Itupun karena adanya pandemi korona ini,  yang mengakibatkan banyaknya kegiatan yang tidak dapat dilakukan  dengan semestinya. Namun itulah kenyataan yang dihadapi saat ini

.Masa pandemi ini kita tidak dapat berbuat banyak,dalam arti melakukan kegiatan di luar. Kegiatan di luar cukup dengan seperlunya saja. Kemudian kegiatan dilanjutkan di rumah,semua itu untuk menjaga kesehatan bersama. Terlebih di daerah  bu Widi ini tingkat penularan virus korona  semakin serius. Banyak warga yang terpapar tanpa gejala sehingga agak sulit dikendalikan.

Dari pengalaman beberapa orang yang terpapar, bahwa penularan terjadi akibat dari memenuhi undangan pernikahan kerabat di luar kota.Bahkan ada juga yang hanya memenuhi undangan di dalam kota.

 Berdasarkan Surat Edaran Bupati Rejang Lebong no 180/0040/Bag 3/2021 terhitung mulai tanggal 1 Februari 2021 sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan lebih lanjut dan/ atau  Pandemi Covid-19 sudah dinyatakan terkendali,tentang Pembatasan dan penghentian kegiatan/acara  yang bersifat keramaian / kerumunan.

 Semua dilakukan oleh pemerintah daerah,sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian  Covid-19.Agar tidak semakin meluas dan menular pada masyarakat umumnya.

Sebagai warga negara yang baik, hendaklah warga tetap mematuhi aturan demi menjaga kesehatan bersama.Begitu pula bu Widi,dia melakukan tugas sesuai aturan yang berlaku. Hari ini masuk sekolah seperti biasa.

 Kegiatan pembelajran yang dilakukan hanya dengan waktu dua jam, dimanfaatkan bu Widi dengan baik. Bu Widi harus mengemas pembelajaran itu agar siswa dapat memmahami,mengerti setiap materi yang dijelaskan. Tidak mudah memang, namun bu Widi harus kerja lebih keras lagi agar dapat memmanfaatkan waktu yang ada.

 Bila dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh  pada semester satu yang lalu, memang lebih baik pada semester genap ini.Bu Widi dapat bertemu langsung dengan para peserta didik, meskipun harus melakukan pembelajran yang sama untuk dua rombongan belajar.Para perserta didik pun terlihat lebih memahami materi yang dijelaskan. Dengan penuh perhatian dan penuh harapan peserta didik selalu menanti Bu Widi  agar dapat bertanya tentang hal –hal yang belum dipahami.  Semangat para peserta didik inipun sangat menggembirakan  bu Widi, yang selalu siap membantu peserta didiknya.

 Semoga bu Widi selalu sehat dan dapat mendapingi siswa,dan semoga pandemi segera berlalu dari muka bumi ini.

Monday, February 1, 2021

 

1 Februari 2021

Merangkai Kata

Hari ini kubuka kembali laptop  yang selama ini menemani  waktu luangku,

setelah kurang lebih satu bulan hanya tergeletak saja.

Rasa capai terlihat dari wajahnya yang selalu sendu dan terlihat lamban bergerak.

 Hari ini sudah ceria kembali ,dapat digunakan lagi dengan baik,

 dan siap menemaniku merangkai  kata yang selama ini berserakan.

 Kucoba untuk mengumpulkan kembali dengan penuh niat dan keberanianku.

 

Aku tergugah dari tidurku untuk kembali merangkai  kata,

Rangkaian kata yang tak pernah sempurna,

Namun tidak mengecilkan hatiku, aku coba bangkit dan bangkit lagi.

Banyak sudah yang terlewatkan, banyak sudah yang tidak kuhiraukan,

banyak sudah yang tertinggal

Namun akan kucoba mengejar dan kuraih kembali,

Akan kah semua itu dapat kuraih?

 

Suara derasnya hujan,seolah menertawakan dan mengejekku

Seolah berkata, ke mana selama ini?apa yang kau lakukan selama ini?

Mana semangatmu, mana keceriaanmu?

Ayo ... bangkit,bangkitkan semangatmu,

Hadang rintangan,jangan biarkan rintangan itu membelenggumu,

 

Hujan mulai reda, seolah mengerti jawabanku,

Atau mungkin melihat-jari jemariku  yang mulai menari,

Tapi Masihkah ada kesempatan.......

 

Salam sehat

Lusia W

Saturday, December 26, 2020

 

Tugas Koor Wanita Katolik RI Cabang Curup

 


Hari ini, Minggu,27 Desember 2020 bertepatan dengan hari Natal ketiga, ya hari ini  tugas koor jatuh pada kelompok Wanita Katolik RI Cabang santo Stefanus Martir Curup. Sebagai persiapan, sejak kemarin  telah diposting lagu-lagu yang akan dinyanyikan. Diimbau untuk berlatih dirumah masing-masing  supaya dalam tugas dapat memberikan yang terbaik.

 

Bertindak sebagai dirigen dalam tugas ini adalah ibu Puri yang juga sebagai sie bidang liturgi organisasi dan ibu ketua WKRI ibu Margareta sebagai organis. Tidak seperti biasanya tugas Wanita Katolik yang selalu memakai seragam batik atau seragam kebesaran berwarna biru, hari ini penampilan agak berbeba. Ibu-ibu terlihat cantik dengan pakaian kebaya. Kebaya yang dipakai tidak seragam namun terlihat indah, warna-warni kebaya terlihat semakin anggun dan memesona. Kebaya yang beraneka ragam menunjukan keberagaman budaya, karater, tapi itulah yang membuat indah karena meski berbeda tetap dalam satu,yaitu satu iman,kasih dalam Kristus dan satu bangsa Indonesia.

 


Semua terlihat ceria, rapi dan kontras, apalagi pada ahkir misa ibu-ibu sempat membuat kenangan dengan foto bersama. Lebih menggembirakan  lagi dapat berfoto bersama dengan Romo Gading Sianipar, yang hari ini berkenan memimpin Misa. Romo Gading Sianipar adalah romo tamu yang  datang dari Palembang untuk membantu pelaksanaan Misa Natal di Paroki ini. Sangat bersyukur kami karena mendapat kesempatan misa  tatap muka bersama romo Gading,terlebih  di masa pandemi ini, belum banyak Gereja yang dapat melaksanakan misa tatap muka. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan ditempat lain dapat melaksanakan misa seperti ini.

Pada awal  Homilinya Romo menyampaikan perumpaaan tentang lalat dan lebah.Beliau meyampaian nasihat melalui hewan tersebut.  Hewan lalat adalah hewan yang suka akan hal-hal yang berbau tidak sedap,maka bila mengikuti cara hewan tersebut adalah suatu hal  yang tidak baik. Diharapkan kepada kita bahwa dalam hidup berkeluarga hendaklah mengikuti teladan Yosef, yang selalu tegas dan gegas dalam berbuat baik,mengikuti perintah Tuhan yang disampaikan melalui malaekat, dalam hal percaya kepada Tuhan, dan juga dalam aturan pemerintah. Begitu juga Teladan dari Abraham yang selalu percaya  dan selalu  yakin  akan kemurahan Tuhan, Meski dalam usianya yang sudah tua, tetap berharap dan percaya akan janji Tuhan.

Hiduplah seperti lebah, yang selalu mencari yang harum,yang indah dan menghasilkan madu yang bermanfaat bagi mahkluk hidup, bermanfaat bagi orang lain. Artinya nasihat yang disampaikan agar kita senatiasa berbuat baik di manapun kita berada, hingga bermanfaat bagi orang lain.menyenangkan orang lain, rela mengampuni maka kita pun akan diampuni. Bergegaslah dalam menanggapi sabda Tuhan, bergegaslah dalam hal kebaikan dan begegas dalam tindakan yang baik. Begitu juga dengan anak-anak,bergegaslah dalam melasanakan tugas,jangan ditunda-tunda sehingga dapat mengahasilkan sesuatu yang baik pula. Homili yang istimewa hari ini agak panjang dapat membuat para jemaat tersenyum bahagia karena kekocakan  dan humoris romo  Gading.

Semoga kita dapat memetik manfaat dari homili yang disampaikan, terikamasih kepada  romo Gading atas kesempatannya. Semoga kita dapat meneladani keluarga kudus, keluarga nasaret dalam hidup kita sehari-hari.Mari kita bersama bangkit untuk meneladani keluarga kudus nasaret agar senantiasa mendapat berkat dari Tuhan, dan hidup kita pun dapat menjadi berkat bagi orang lain.  Semoga.

 

Salam Literasi dan salam sehat selalu.

Lusia Wijiatun.

Friday, December 25, 2020

Suasana Natal di Tengah Pandemi Covid-19

 

Suasana Natal di tengah Pandemi Covid -19             

 

Halo sobatku,  Bersyukur adalah salah satu kata yang wajib kita lakukan, di setiap saat. Yaitu  saat duka apalagi suka. Ucapan yang selalu mengalir dalam setiap doa yang dipanjatkan, seperti saat ini, bersyukur dan bersyukur suasana Natal di tengah pandemi corona ini  mempunyai makna yang sangat mendalam bagi umat Kristiani,terlebih dapat diberi kesempatan melaksanakan ibadah Natal dengan tatap muka. Tuhan sungguh baik Anugerah Natal di Tengah Pademi  ini.

 

Mungkin masih banyak Gereja yang ada di Idonesia ini yang belum mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadah Natal secara tatap muka, bersyukur sekali di daerah kami sudah dapat melaksanakan. Namun pelaksanaan tetap harus  sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

 

Kurang lebih satu bulan  persiapan  dilakukan mulai dengan pembentukan  dan pemantapan panitia  dengan kesepakatan  mulai tanggal 21 Desember hinggal 24 Desember, maka sesuai dengan tugas masing-masing pelaksanakan dikerjakan sejak tanggal 21 itu.

 

Persiapan yang dilakukan atara lain, melakukan pembersihan disekeliling gereja, pembuatan Gua Natal  dikerjakan oleh lingkungan Santo Petrus yang dikordidnir oleh Ibu Anna, dekorasi menghias altar dikerjakan oleh Ibu Indri dan kawan-kawan, pemasangan tenda oleh seksi yang lain. Umat melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh sukacita, terlebih ketika kegiatan simulasi tata cara masuk ke Gereja mulai dari pintu gerbang hingga sampai di dalam Gereja. Semua dilakukan  tetap tidak mengabaikan protokol kesehatan.Semua tertip dan sesuai dengan protokol kesehatan,adapun kegiatan simulasi dikordinir oleh drg Merry dan ibu Seni Manik yang tergabung dalam seksi kesehatan.


          




Berbeda dengan Natal tahun sebelumnya, malam ini Ibadah natal dijaga begitu ketat, di kedua pintu masuk gerbang sudah siap para petugas yang siap melayani para jemaat yang datang. Mulai dari pengecekan kedatangan,  menuju tempat cuci tangan, kemudian ke pengecekan masker, bagi yang memakai masker tidak sesuai dengan standar kesehatan langsung ditukar. Lalu menuju pengecakan suhu, kemudian menuju tempat persembahan, lalu menuju pada hand sanitizer, baru menuju pintu Gereja yang juga disambut oleh pengatur tempat duduk yang penuh dengan keramahan, diantar menuju tempat duduk yang sudah disediakan.

 

Ibadah malam ini 24 Desember dilakukan 2 shiep, sihiep pertama dimulai pukul 16.30  dipimpin oleh Romo Gading Sianipar,sedangkan shiep kedua dilaksanakan pada pukul 19.00 wib. Kapasitas Gereja yang normalnya memuat 400 ratus orang , pada masa Pandeni ini hanya memuat 150 0rang saja, itupun sepertiga berada ditenda. Tempat duduk yang diatur dengan jarak 1,5 meter  ini  dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan agar dapat memutus rantai penularan covid 19.

 

Meskipun diatur sedemikian rupa, tidak mengurangi semangat para umat atau jemaat untuk mengikuti ibadah Natal ini. Semua sangat tertip, hingga Misa Kudus selesai, pengaturan tetap dilasanakan ketika  para jemaat keluar melalui pintu samping yang sudah disediakan khusus untuk  keluar. Kemudian gereja ditutup kembali dan dilakukan penyemprotan. Pada Pukul 18.30 baru dibuka kembali untuk pelaksanaan Misa Natal Shiep kedua.

 

Demikian Suasana Malam Natal  ditengah Pademi Covid-19,  yang dapat dilaksanakan, meski dalam suasana ini tidak mengurangi makna Natal untuk menyambut Sukacita Natal agar lebih bersemangat dalam menghadapi covid-19 ini. Semoga cepat berlalu, mari Kita sambut Suka cita Natai, Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai di hadapan Wajah Tuhan karena Dia sudah datang.

 

Mari kita sambut kelahiran Tuhan Yesus dengan penuh sukacita, tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Setelah ada kesempatan misa segera pulang ke rumah dan dilanjutkan dengan sukacita natal di rumah saja, tanpa adanya kunjungan apa lagi open house, hendaklah kita memaklumi akan hal ini.  Selamat Natal , semoga damai natal menyertai kiata dan Semoga kita  sehat selalu.

 Lusia Wijiatun,24 Des 2020