Friday, July 24, 2020

Quick Writing Series


Quick Writing Series
Bersama Lukman Hakim
Rabu,22 Juli 2020

Malam ini kembali Bu Sri Sugiastuti yang lebih akrab dipanggil bu Kanjeng bertindak sebagai moderator akan mendampingi Narasumber yang akan berbagi ilmu dan pengalamannya. Bu Kanjeng yakin bahwa nara sumber sudah siap.

CV narsum  malam ini,  Pak Lukman yang akan berbagi malam ini, profilnya  sebagai berikut:
Lukman Hakim
P3G Jawa Timur
Penerbit Delta Pustaka
Blogger: kelaskuonline.id
Vlogger: kelasku online
Bu Kanjeng langsung mempersilahkan pak Lukman untuk  berbagi ilmu dan pengalamannya

Pak Lukman Hakin yang lebih suka dipanggil Cak Lukman telah mendedikasikan diri kepada pengembangan diri guru, mulai dari Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif
untuk itu beliau  memiliki lembaga: Pusat Pengembangan Profesi Guru Jawa Timur (wadah pelatihan pengembangan diri) dan Penerbit Delta Pustaka serta Jurnal Inovasi Pembelajaran (wadah PI dan KI)
 Beliau njuga sebagai penggagas beberapa pelatihan diantaranya

Pelatihan PTK ini didesain mulai dari awal sampai menjadi Buku,tetapi karena ada pandemi maka terhenti sementara karena untuk penerapannya membutuhkan tatap muka.setelah PTK selesai, maka pelatihan selanjutnya adalah:

PTK diubah menjadi buku referensi/buku pendidikan.
Angkatan 2 baru saja selesai dengan menghasilkan 90 karya buku pendidikan/referensi berISBN yang diterbitkan oleh delta pustaka
Bagi teman-teman yang tidak menulis serius seperti PTK dan PTK jadiBUKU, saya menggagas Quick Writing Series:

QWS adalah menulis santai tentang catatam harian guru,sebagai guru apapun kegiatan yang dilakukan dapat menjadi catatan harian.
Awalnya   mungkin 2 halaman kemudian 6 halaman,tagline: 1 hari 1 buku antologi
QWSpertama telah selesai dan menghasilakn 14 buku selama 14 hari. Bagaimana teman teman? Tertarik ya, kita tinggal mengatur waktu,semoga cak Lukman bisa memdapimhi kiat menulis QWS.

Masa pandemi  yang sampai saat inimasih berlangsung, cak Lukman  mencoba membuat pelatihan modul terintegrasi Youtube. Mari kita tonton youtubenya, jangan lupa lke dan suscruber lho katanya.

PelatihanModul: 
https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHpJEsLql5WgZYg105rDo15V

Pendahuluan:
Dapat ditulis berdasarkan  pengalaman menarik dalam aktivitas sebagai seorang guru. Pengalaman mendidik dan mengajar  di kelas maupaun diluar Youtubenya masih berlangsung untuk tingkat lanjut,dan diakhir acara Cak Lukman membagikan ebook bukunya sebanyak 3 buku secara gratis.PTKjadi BUKU

Penerbit Delta di CV cak Lukman merupakan penerbit indie yang mendedikasikan diri untuk para guru yang igin menerbitkan buku terutama untuk kenaikan pangkat.
Untuk membuat buku catatan guru harian guru dijelaskan oleh cak Lukman dalam youtube

Cak Lukman sebagi penggagas  QWS memang untuk menulis santai dengan  outline sederhana: pendahuluan, isi dan penutup.
kelas dapat dijadikan sebagi bahan tulisan yang menarik.Tulis saja dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Pengalaman mungkin diperoleh saat mengantar atau mendampingi siswa mengikuti lomba, nah ini juga bisa dijadikan sebagi bahan tulisan ditambah dengan dokumen pendukung seperti foto kegiatan.

Inti ;
Bagian inti menjelaskan kejadian yang dialami dalam sudut pandang yang menginspirasi.
pada bagian ini tulislah ide yang muncul,tuangkan apa yang menjadi pikiran kita saat itu , tulislah dengan jari jemari yang menari diatas keybord.sama denag pendahuluan tulis dengan bajhasa sederhana dan mudah dimengerti,makan terbentuk suatu artikel yang bermakna.yang dapat bermamafaat bagi diri kita dan orang lain.

penutup:
Pada bagian penutup meburut cak Lukman tulis hal- hal  yang dapat diambil oleh ibroh/pelajaran oleh pembaca.
Tulisan cak Luman  di http://kelaskuonline.id/kebanyakan adalah catata harian,yang  tulisannya  pendek pendek dan enak dibaca.
Tips manajemen waktu antara mengajar, menulis, dan mengelola penerbitan? Menurut cak Lukman
Baginya, Menulis  adalah bagian dari mengajar,menulis itu juga memunculkan penerbit,semua terkoneksi antar satu dengan lainnya,sehingga semua bisa berjalan beriringan.Buku IPA SMK itu muncul dari kebutuhan untuk mengajar

 Pada tahun 2009 cak Lukman  diterima PNS, masuk tahun ajaran baru beliau  menggunakan LKS  beli dengan harga 7 ribuan. Merasa bahwa LKS yang dibeli kurang layak,maka untuk tahun berikutnya memutuskan untuk berhenti menggunakan LKS dan memutuskan untuk membuat sendiri. Maka lahirlah buku LKS yang diterbitkan dengan menggunakan penerbit sendiri, yang dibuatnya sendiri.

Menulis di kelaskuonline.id juga sama apa yang dialami ketika menjadi guru, ditulis di sana sebagai tabungan yang akan diterbitkan menjadi buku yang kedua.Guru Penggerak 4.

Dari tabungan di blog: kelaskuonline.id,jadi cak Lukman  tidak membutuhkan manaj waktu.
Syarat jika buku dibuat ebook  tidak ada,semua buku yang  didaftarkan dalam bentuk cetak.
Kalau ada permintaan dari penulis untuk diebookkan saya akan ebookan

Untukmembuat semacam LKS/LKPD (panduan pembelajaran), sangat bisa dijadikan buku  tetapi jika diberi kelas maka harus berjilid,misalkan  cak Lukman  di SMP mengajar IPA,maka buku pelajaran harus lengkap 3 mapel.Karena ada ISBN ber jilid,kalau sudah di ISBNkan dan diterbitkan tidak perlu validasi dari dinas pendidikan,kalau tidak di ISBNkan, maka wajib ada pengesahanya,untuk menentukan nilai AK,silahkan baca buku 4 PKB.
Bagi teman teman yang akan menerbitkan PTK menjadi buku,cak Lukman siap berbagi silahkan WA pri.ingin instan https://youtu.be/Ec0WXYcx-5Q

1. Bagaimana langkah yg paling mudah dan sederhana untuk mengubah skripsi, tesis, dan PTK menjadi sebuah buku?
2. Jika variabel dalam sebuah PTK sama dapat di PTK kan lagi dalam populasi dan sampel yang berbeda?
PTK itu memiliki kekhasan yaitu: pada kelas tertentu dan mapel tertentu,tidak bisa digeneralisir,misalnya membuat PTK IPA PBL di kelas V-a,maka  akan  diteliti lagi PBL di kelas VII-b, jadi  tidak ada masalah’

Untuk menyelesaikan kegiatan dalam waktu yang bersamaan ada baiknya buatlah sekala prioritas, mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu.Jika dipaksa memnbagi waktu, gunakan waktu luang saat tdk mengajar untuk menyempatkan diri menulis atau membuat media.Misalkan antara membuat media dan buku,buku lebih urgen daripada media maka selesaikan dulu buku,untuk pelatihan, cak Lukman pernah menulis di blog bahwa tidak semua pelatihan harus diikuti.

Untuk mengirim naskan PTK dijadikan buku di penerbit cak Lukman membutuhkan waktu 1 bulan: 1 hari layout, cetak 2 minggu.  Dengan prosedur sebagai berikut: kirim naskah kemudian ditata,diedit silang,artinta cak Lukman edit,penulis juga mengedit.

Kenapa jarang guru bahasa yang bisa nulis bagus?
kelaskuonline.id adalah menulis santai dan kadang menulis serius,siapapun yang belajar menulis, menulis dan menulis maka dia akan menemukan gaya menulis,mencontoh kemudian menemukan rasa diri sendiri genre tulisan ,cerita nyata dan buku-buku serius. Cak Lukman mengatakan bahwa beliau lemah dalam sastra,cerpen dan puisi, beliau tidak mahir.

Tetapi,Tulisan Cak Lukman tidak hanya ringan untuk dibaca tetapi berkarakter dan mengajarkan kehati-hatian. apakah menurut Cak Lukman semua tulisan/ catatan harian yang dijadikan buku itu bisa memiliki nilai jual? Bagaimana jika catatan harian itu diambil dari berbagai pengalaman yang berbeda? Apakah kesannya tidak jadi ramai?

Jika ditulis dengan bahasa yang sederhana dan pendek (2-6 halaman A5) dan menginspirasi maka akan sangat layak jual. Tentuk ini masalah PD atau tidaknya penulis sih. Kalo saya tidak pernah menjual buku saya. Saya suka membagikan atau bayar seikhlasnya

Masalah jurnal yang dikirim untuk kenaikan pangkat itu harus memenuhi penerbit jurnal yang sudah beraviliasi dengan perguruan tinggi. Di mana  harus mengirimkan jurnal itu ?
Sebenarnya di buku 4 tidak ada ketentuan seperti. berafiliasi maksdnya adalah bermitra bestari dengan perguruan tinggi. Bila dipadang layak, bisa kirim tulisan artikel.

Pada akhir sharingnya cak Lukman menyampaikan  kalimat motivasi.Dan menyatakan siap membantu menerbitkan buku. Dengan slogan,Antitolak,Antimahal,Silahkan dicoba.

Belajar menulis. Semua penulis hebat selalu diawali dengan penulis pemula. Jika anda sdh menjadi penulis pemula, maka akan ada kemungkinan menjadi penulis hebat.

Tuesday, July 21, 2020

Materi Penbelajaran daring Kelas VI


Materi Penbelajaran daring
Kelas VI
Tema                     :1. Selamatkan Mahkluk Hidup
Sub Tema              : Tumbuhan Sahabatku
Hari                       : Selasa,14 Juli 2020
Oleh Lusia Wijiatun,S.Pd

Materi Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia
Kompeteansi Dasar:
3.1 Menyimpulkan informasi berdasarkann teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca,
4.1 Menyajikan simpulan secara lisan dan tulis dalam teks laporan hasil pengamatan atau wawancara yang diperkuat oleh bukti.

Tujuan Pembelajaran:
1.Setelah membaca teks tentang “Tumbuhan Sumber Kehidupan”, siswa mampu menemukan ide pokok dengan bantuan diagram.
2. Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci.

A.Menemukan Ide Pokok
Ide Pokok adalah pikiran utama atau inti dari suatu paragraf
Ide pokok terdapat dalam kalimat utama.
Kalimat Utama adalah kalimat inti dalam suatu paragraf yang dijelaskan oleh beberapa kalimat penjelas.

Ide pokok  dalam suatu paragraf terletak pada awal kalimat dan pada akhir kalimat., Atau pada awal dan akhir.
jadi ide pokokk terdapat pada kalimat utama dalam tipa paragraf.

Paragraf adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari satu kalimat gagasan utama dan beberapa
kalimat penjelas.

B. Mengidentifikasi Irformasi

Informasi adalah kabar mengenai suatu hal,peristiwa atau kejadian.
Informasi dapat diperoleh dari:
                1.Media cetak
                2.Majalah
                3.Koran
                4.media elektronik: radio,televesi,internet: ,Wa,zoom, youtube, facebook,Instagram,blog.

Langkah mengidentifikasi Informasi adalah sebagai berikut

1.Bacalah teks secara keseluruhan
2.Catatlah inti dari setiap paragraf
3.Jika ada kata-kata yang tidak diketahui,carilah arti kata dalam kamus.

Ada hal yang  harus dicatat supaya daftar  informasi  yang dibuat terarah:

       Kata kunci berupa kata/frase /klausa
  Frase adalah gabungan  dua kelompok kata atau lebih yang memillki satu makna.
  Klausa adalah  kalimat.
       Ide pokok tiap paragraf
       Data atau fakta yang mendukung gagasan
       Informasi yang menarik
       Pendapat penulis
Manfaat mencatat Informasi

       Dapat membuat dokumen penting
       Dapat sumber informasi untuktulisan
       Memudahkan untuk mengingat kembali informasi yang diperoleh

C.Membuat Kesimpulan

       Bacalah teks dengan seksama
       Tentukan ide pokok tiap pragraf
       Rangkailah ide-ide pokok dengan kalimat sendiri.


Menulis Ide pokok

Bacaan berjudul Bagaimana Jagung Berkembang Biak, Kemudian temukan ide pokok pada tiap paragraf!

    


Contoh!
1.Paragraf pertama
Kalimat utama   : Jagung merupakan salah satu tanaman yang dijadikan bahan makanan pokok di
                                berbagai negara,salah satunya adalah di Indonesia.
Ide pokok            :Jagung merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia.

2. Paragraf kedua
 Kalimat Utama : Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji        jagung.

Ide Pokok            : Perkembang biakan tanaman jagung melalui biji.
  


3. Paragraf ketiga
 Kalimat Utama : Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian ujungnya
Ide Pokok            :  Bunga jagung memiliki rambut halus pada bagiannujungnya.

Nah, anak-anak silah dilanjutkan, membacanya dan menemukan ide pokoknya, catatlah di buku catatanmu.
Demikian rinkasan pembelajaran hari ini,
Terimakasih, sampai bertemu pada materi selanjutnya.Selamat istirahat, jangan lupa prokes agar kita sehat selalu.
Selamat siang, semoga Tuhan memberkati, Amin
  



Thursday, July 16, 2020

Menulis Artikel Menjadi Buku
Rabu, 15 Juli 2020
Nara Sumber : M.Anwar Djailani

                                                               


Ikut ahtif kembali malam ini dalam kegiatan belajar menulis online. Kegiatan dipandu oleh ibu Sri Sugiastuti setelah beberapa saat Omjai menyerahkan kegiatan sepenuhnya.

Malam ini nara sumber  hebat yang  dihadirkan adalah bapak M. Anwar Djailani.Pak Anwar panggilan akrapnya akan memberi pencerahan tentang Cakap Menulis; Dari Artikel ke Buku

Bapak M. Anwar Djaelani,aktif menulis artikel sejak 1996 dan penulis enam buku,selain itu beliau juga merupakan ayah dari tiga anak,yang saat ini ahtif dalam berbagai kegiatan keagamaan.Beliau terlahir di Pamekasan,23 April 1962.

Menulis artikel adalah sebuah ketrampilan.

Kita akan trampil jika rajin berlatih. Sikap giat berlatih akan muncul hanya jika ada motivasi yang kuat. Bagi umat Islam, misalnya, motivasi bisa muncul dari keinginan untuk mengamalkan QS Al-Alaq 1-5. Di situ, ada petunjuk agar kita aktif membaca sekaligus ada pula rangsangan untuk gemar menulis.
Semangat bisa semakin tinggi jika melihat fakta menarik di sekitar kita. Bahwa, aktif menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku. Bahwa, trampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku.

Perlu Pembiasaan

Banyak membaca adalah modal utama penulis. Dengan sering membaca seseorang akan, pertama, mendapatkan pengetahuan / wawasan baru. Kedua, terbit ide untuk menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya. Ketiga, kaya dengan perbendaharaan kata.

 Bersemangatlah di saat menulis!

Sungguh, tulisan itu sangat besar pengaruhnya. Lihat ungkapan salah seorang pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasy (1910-1985) berikut ini. Bahwa, andai tak punya murid, “Saya akan mengajar dunia dengan pena”. 
Artikel adalah sebentuk karya tulis.

Mari, maju dengan menulis

Menurut pak Anwar Tema untuk dikembangkan menjadi artikel cukup mudah kita dapatkan karena banyak tersedia di sekeliling kita. Tema bisa berasal dari isi koran, majalah, televisi, dan internet.

Tentang “Niat dan Pembiasaan”

Perlu membiasakan diri untuk terus menulis dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tatalah niat  terlebih dahulu. Apa motivasi dalam menulis?

Agar bisa dimuat di media

Tema tulisan harus aktual dan menarik perhatian publik. Jika dua hal itu sudah dipenuhi, maka syarat pertama agar artikel kita dimuat media sudah terpenuhi. Tinggal syarat yang lain seperti, misalnya, orisinalitas gagasan, kekuatan argumentasi, dan kecermatan berbahasa.

Tema akan datang mengalir deras, terutama jika kita sudah membiasakan diri untuk menulis. Nyaris di setiap kita membaca, melihat, atau mendengar sesuatu yang “tak biasa”, biasanya lalu terbit ide untuk mengartikelkannya

Langkah menulis

Setelah tema tulisan kita tetapkan, buatlah outline (kerangka karangan). Langkah ini diperlukan sebelum kita menulis secara lengkap. Outline kita buat untuk memudahkan pengembangan penulisan.

Pada dasarnya, alur menulis itu terangkai dalam “Tiga Besar” yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup.
Di pendahuluan kita sampaikan secara ringkas masalah apa yang akan kita bicarakan. Lalu, di pembahasan, kita urai dan analisis masalah yang kita paparkan di bagian pendahuluan. Kemudian, di penutup, berilah kesimpulan dan saran berdasarkan uraian dan analisis sebelumnya. 

Pada penjelasannya ini pak Anwar memberikan contoh outline kemudian peserta memcoba membuat outline itu.

Contoh Outline

Tetap Berseri-seri Belajar di Masa Pandemi
•             Pandemi Covid-19, ujian bagi semua (1 paragraf)
•             Manusia selalu diuji dengan bentuk beragam (2 paragraf)
•             Sekilas Covid-19 (1 paragraf)
•             Dampak negatif Covid-19 secara umum (2 paragraf)
•             Dampak negatif Covid-19 di dunia pendidikan (3 paragraf)
•             Sudut pandang agama, bersama kesulitan ada kemudahan (2 paragraf)
•             Berbagai pilihan cara belajar di saat pandemi (4 paragraf)
•             Penutup / kesimpulan; Tetap optimis di situasi apapun (1 paragraf) 

Total, ada 16 paragraf
Ada banyak keuntungan jika  rajin menulis Resensi Buku. Di antaranya, di saat  akan menulis buku akan lebih terbimbing karena sering mengkritik karya orang lain. Tentu saja, saat kita menulis buku, tak akan mengulang kesalahan-kesalahan yang telah dibuat oleh penulis-penulis lain.

Perihal “Judul Pemanggil” 


Judul yang baik, antara lain: a).Mampu mencuri perhatian pembaca. b).Mencerminkan tema / arah tulisan, sehingga bisa menjadi semacam miniatur isi keseluruhan tulisan. c).Ringkas dan padat.

Sebagai sarana berlatih, seringlah memerhatikan judul-judul artikel di berbagai media.

Pertama, tentang “Lead Penggoda”.

Lead adalah pendahuluan berbentuk paparan ringkas dari masalah yang akan kita kupas. Posisi lead menempati paragraf pertama. Fungsi lead adalah penggugah rasa ingin tahu pembaca. Lead mengantar pembaca ke gagasan utama sang penulis.

Kedua, perihal “Pembahasan nan Menawan”.

Di bagian ini, isinya berupa analisis atas masalah yang kita angkat. Pembahasan harus sistimatis, argumentatif, tuntas, dan ditulis dengan bahasa baku namun tetap dengan sentuhan popular.  Dibagian ini sangat dianjurkan, perbanyak membaca artikel karya orang lain


Ketiga, tentang “Penutup yang Menggugah”.

Bagian ini memuat kesimpulan dan/atau saran atas masalah yang kita kupas. Disajikan sekaligus dengan gaya pamit. Lihat contoh lead dan penutup berikut ini:

Belajar Tiga Gaya Lead dan Penutup

1.Judul: Guru Rajin Menulis dan Efek Besar Itu

Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):

Semua orang, tanpa kecuali, harus menjadi pembelajar di sepanjang usianya. Maka, sungguh menyenangkan jika guru suka menulis. Amat membanggakan andai guru rajin menulis. Apa hubungan seorang pembelajar dengan posisi guru yang gemar menulis?

Penutup:
Sungguh, jadilah pembelajar tiada henti dengan cara menjadi guru yang penulis. Sungguh, duhai para guru, bersemangatlah untuk menjadi pahlawan yang berjasa karena banyak menghasilkan karya tulis. Karya-karya itu, semoga secara meyakinkan menginspirasi murid, orangtua murid, dan masyarakat luas. Indah!

2.Judul: Rindu Pemimpin Menulis Buku

Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):
Di Indonesia, Hari Buku Nasional diperingati setiap 17 Mei, sedangkan Hari Buku Sedunia dirayakan setiap 23 April. Inti dua momen itu sama, yaitu mengajak kita lebih mencintai buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Urgensi seruan itu, meski bersifat umum, lebih terasa jika ditujukan kepada para pemimpin. Bahkan, seyogianya para pemimpin itu didorong pula aktif menulis buku. Mengapa?

Penutup:
Alhasil, kepada para pemimpin, mari tundukkan kepala: Apakah sikap rajin membaca (atas semua persoalan masyarakat) sudah menjadi komitmen keseharian Anda? Sudahkah semua yang Anda baca itu lalu bisa melahirkan tulisan berupa konsep dan kebijakan yang selalu berpihak kepada rakyat kecil? Lalu, agar rakyat yakin dengan ketulusan komitmen Anda, tulislah konsep dan kebijakan Anda dalam sebuah buku. Sungguh, kami benar-benar merindukan pemimpin yang bisa menulis buku. Kami rindu pemimpin yang berkualifikasi laksana Soekarno, Hatta, dan Natsir.


3.Judul: Ilmu Pengetahuan Bisa Topang Keimanan

Lead (Gaya kedua, dengan kutipan pemikat)
“If you think strongly enough,
you will be forced by science to the belief in God”
(Kelvin, fisikawan, 1824-1907).

Penutup:
Singkat kata, ilmu pengetahuan bisa mendatangkan keimanan bagi yang masih belum punya iman. Ilmu pengetahuan bisa menguatkan keimanan bagi yang sudah memiliki iman. Terkait ini, lihat Kelvin di paragraf pembuka tulisan ini. Benar, saat dia berkesimpulan tentang pengaruh kuat ilmu pengetahuan terhadap kepercayaan akan adanya Tuhan. Jadi, jangan pernah berhenti untuk mendalami ilmu.


4.Judul:Menguatkan Mental Anak di “Musim” Olok-olok

Lead (Gaya ketiga, narasi diskriptif):
Sesungguhnya, olok-olok tak mengenal musim. Perilaku terlarang itu telah berlangsung lama dan terus terjadi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan oleh olok-olok –dan apalagi bully- sangat besar.

Penutup:
Singkat kata, selalu berilah anak-anak asupan ruhani yang memadai. Ajari anak-anak sikap untuk tak suka mengganggu orang lain. Didik mereka untuk sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Tentu saja, sebagai orangtua, kita harus telah terlebih dahulu mengamalkan hal-hal tersebut


Perihal “Panjang Artikel”.

Secara umum, media membutuhkan artikel sepanjang 6000 karakter. Hanya saja, di masing-masing kadang ada yang kurang atau ada yang lebih dari itu. Usahakanlah, jika mungkin, sesuai dengan ketentuan dari masing-masing media.

Dari Artikel ke Buku

Selepas trampil menulis artikel, pekerjaan menulis buku bisa menjadi lebih gampang. Mereka yang sudah terbiasa menulis artikel akan lebih cekatan dalam menghasilkan buku.

Pertama, saat harus merancang dan menulis buku.

Tetapkanlah tema yang akan diangkat.
Buatlah Daftar Isi.
Mulailah menulis.

Kedua, kala menghimpun artikel menjadi buku.

Tulislah sebanyak mungkin artikel dengan tema sejenis. Misalnya, bertema pendidikan. Setelah, dirasa cukup untuk dijadikan buku, lakukan langkah:
 a).Edit ulang. Sering artikel menggunakan “bahasa Koran”, seperti “kemarin”, “pekan lalu”. Untuk itu, ubah dengan mencamtumkan tanggal kejadian yang dimaksud.
b).Jika diperlukan, buatlah rubrikasi. Meski semua berada di rumpun pendidikan, mungkin masih bisa dikelompokkan lagi dalam bidang yang lebih khusus. Misal, ada rubrik “Spirit Pembelajar di Semua Musim”, “Menjadi Orangtua Sekaligus Guru”, “Betah di Perpustakaan Keluarga”, “Merancang Liburan Bernuansa Pembelajaran” dan “Belajar di Masa Pandemi”


Menulis Resensi Buku    

Resensi buku adalah ulasan kritis atas sebuah buku. Di dalamnya minimal berisi identitas buku yang dimaksud, ringkasan isi buku (dipilih bagian-bagian yang paling penting), dan penilaian objektif atas buku itu terkait kelebihan dan kekurangannya.

Untuk menulis resensi buku ada beberapa langkah berupa pertanyan-pertanyaan sebagai panduan.
Panduan lengkap dalam menulis Resensi Buku. “Jawablah” sejumlah pertanyaan berikut ini. Tentu saja, jawaban ditulis dalam “gaya artikel”. 

             Tulislah identitas buku
             Apa isi ringkas buku?
             Apakah penulis memiliki kompetensi?
             Apakah buku itu didukung referensi memadai?
             Buku itu lebih ditujukan ke segmen pembaca mana?
             Adakah pengetahuan baru yang disodorkannya, atau sekadar repetisi (pengulangan)
              dari    buku-buku yang sudah ada?
             Apa kelebihan dan kekurangannya. Misalnya, apakah mudah dipahami oleh
               semua kalangan? Bagaimana performa fisik buku, menarik?
             Tepatkah momentum kehadirannya?
             Berhargakah untuk segera kita baca dan atau miliki?


Ada banyak keuntungan jika kita rajin menulis Resensi Buku. Di antaranya, di saat kita akan menulis buku akan lebih terbimbing karena sering mengkritik karya orang lain. Tentu saja, saat kita menulis buku, tak akan mengulang kesalahan-kesalahan yang telah dibuat oleh penulis-penulis lain.
Alhamdulillah. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.

Simpulan:

Menulis artikel adalah sebuah ketrampilan. Untuk itu perlu membiasakan diri untuk terus menulis dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tata niat  dan motivasi dalam menulis?

Tuesday, July 14, 2020

Tips Memakai Masker agar Nyaman



Tips Memakai Masker agar Nyaman
by Lusia Wijiatun

Selamat jumpa teman-teman terkasih, menghadapi normal baru ini tentu kita semua sudah tahu dengan protokol kesehatan.Salah satunya adalah wajib memakai masker. Namun banyak teman-teman  yang sampai saat ini masih ada yang merasa gerah bahkan sangat terganggu,apalagi yang memakai kacamata.
Nah mungkin teman teman harus tahu beberapa tip agar lebih nyaman memakai masker.mungkin dapat bermafaat,ayo kita intip.

Tips-tips memakai masker agar nyaman:

1.Rapikan rambut  atau jilbab terlebih dahulu
2.Pasang masker dengan tepat,sangkutkan pada telinga atau ikat ke belakang bila memakai jelbab.
3.Rapikan dari bawah dagu hingga menutup hidung
4 Pakailah kacamata

Nah teman-teman, sudah siap beraktifitas dengan nyaman.
Silahkan coba teman-teman.
12072020


Salam bloger pemula

Thursday, July 9, 2020

Mencoba Menulis ke 30 Sang motivator

Mencoba Menulis ke 30

Sang motivator

Pagi ini kembali sang Motivator menyajikan tulisan yang selalu memberikan semangat motivas  dan inspirasi untuk menulis. Setip kali akan menulissaya selalu membuka blog bu Kanjeng terlebih  untuk melihat apa yang ditulisnya hari ini.

Ya bu Kanjeng sang motivator pagi ini menulis  tentang artikel yang berjudul,Mengapa Fakir Inspirasi?Dalam tulisannya mengatakan bahwa beliau fakir inspirasi karena banyak hal antara lain kurang  membaca  buku,koran,majalah,blog.Katanya saat itu bu Kanjeng belum memenuhi syarat utama jadi penulis yang rakus membaca.

Hal itulah mungkin yang saya alami sekarang,saya belum menjadi penulis sungguhan,karena memamng masih fakir dalam hal membaca. Sehingga  tidak ada ide yang muncul,inspirasi pun sangat jauh.Sudah mencoba membaca dan belajar dari teman-teman blogger,bahkan banayak juga artikael yang lain dari wordprees,kompasiana, wikipedia dan lain lain. Dengan harapan buku yang sedang diproses segera selesai.

Rasa-rasanya belumlah mantap setelah mengikuti kegiatan belajar menulis bila belum menerbitkan buku solo. Namun untuk menyelesaikan teradang ide tiba-tiba hilang pikiran menjadi buntu. Mata mulai melihat ke kiri ke kanan bahkan ke atas,tak ada juag ide ynag muncul.Saat ide muncul ketika sudah berbaring,enggan rasanya untuk bangun kembali.

 Menurut bu Kanjeng  dalam artikelnya yang berjudul  Mengapa Fakir Inspirasi itu,inspirasi akan muncul,pikiran harus tenang dan nyaman.Ide akan datang dan mulailah menulis tenang tetapi fokus dan serius.

Mulai menulis dengan tenang tetapi fokus dan serius, kata-kata dari bu kanjeng ini semakin memotivasi  untuk  menulis.
 Ada 9 cara yang ditempuh untuk mencarai inspirasi   dan sumber-sumber terbaik yaitu:
1.Silahturami ke blogger teman
2.Buku yang ada di sekitar
3.Kejadian yang dialami
4.Ambil ide dari keranjang kreatif yang dimiliki
5.Menulis tanpa ide alis menulis bebas
6.Baca tulisan diblog lama
7.Tutup pintu anda
8.Baca dan dengarkan apa komentar pembaca di blog
9. Jangan lupa bahagia.

Sembilan amunisi ini merupakan kunci  apabila akan menjadi penulis yang memenuhi syarat utama penulis.Ingin rasanya menjadi seperti  bu Kanjeng yang tullisannya selalu mengalir. Tapi apa memang saya ngga bakat ya,sehingga tulisan yang hampir setiap hari saya tulis belum memenuhi syarat utama. Itu yang saya rasakan,maka saya harus lebih banyak belajar dari hal yang sudah disebutkan bu Kanjeng sang Motivator.

Dengan 9 cara tempuh ini saya berharap dapat menulis lebih baik lagi,terimkasih bu Kanjeng sang motivator, yang selalu menginspirasi. Terimakasih Bu Kanjeng. Salam sehat dan bahagia

Mencoba Menulis ke -29 Kiriman Sertifikat di Email


Mencoba Menulis ke -29

 Kiriman Sertifikat di Email



Selamat siang teman-teman, semoga dalam keadaan sehat semua,dan tetap semangat meskipun pandemi covid- 19 masih juga  bercokol di mana-mana.Semoga yang terpapar semakin berkurang,walau kenyatannya malah semakin bertambah.

Siang ini  setelah selesai kegiatan rutin, saya jalan-jalan ke blog  teman-teman untuk menyelesaikan kunjungan yang belum sempat dikunjungi tadi malam. Wah, semua tulisan teman-teman group menulis baik-baik. Runtut,rangkaian kalimatmya indah, teknik menulis juga rapi.

Kunjungan sampai di blog ibu Eni Setyowati, agak berbeda profilnya, klik saya buka, wauu memang sangat berbeda ada postingan selembar berwarna biru,saya zoom supaya lebih jelas. Ternyata sertifikat belajar menulis.  Tertulis nama jelas ibu Eni,Ibu Eni mengungkapakan kegembiraannya melalui tulisan, di blognya.

Sayapun mencoba membuka email,ternyata benar saya juga mendapat kiriman sertifikat itu juga. Wah, senang rasanya hati ini.Walau sebenarnya   tujuan saya belajar menulis itu benar-benar ingin belajar, Sertifikat bukanlah tujuan utama. Seperti yang pernah disampaikan Omjai,jangan hanya mengejar sertifikat yang akan digunakan untuk kenaikkan pangkat, yang penting Ilmu yang diperoleh dapat diikat. Dan dapat dijadikan sebagai bekal menulis dan membuktikan hasil dari menulis setiap hari.

Menulis setiap hari  sebaiknya dijadikan komitmen ,sebagai motivasi agar tulisan semakin hari semakin baik.Namun masih sering tergoda akan penyakit lama yang selalu menyerang tiba-tiba. Penyakit malas yang sering menyerang tiba-tiba ini hendaknya dapat kita kalahkan dengan komitmen yang sudah dibuat sendiri.

Selain itu meluangkan waktu untuk membacapun akan menambah kelancaran dalam menulis,contohnya ketika penyakit malas melanda tiba-tiba kita membaca blog teman-teman maka kita akan langsung menulis,setidaknya menulis komen.Hal itu semakin membangkitkan kita untuk terbawa arus untuk menulis,

Maka mulailah menulis,buang penyakit malas,hanya kita sendiri yang dapat menghalau si malas itu.Semoga ya teman-teman.salam sehat dan bahagia.(Lus5072020)

Monday, July 6, 2020

Penerbitan Buku di Masa Pandemi Covid-19

Penerbitan Buku di Masa Pandemi Covid-19

Resume kuliah Online gelombang 13.
Senin,6 Juli 2020
Pukul 19.00-21.00


Malam ini kita akan kembali kuliah online di wa group dengan nara sumber bapak @+62 811-2936-864 Yaitu Pak Edi Mulyanta. Omjai membuka kegiatan  dan langsung mempersilahkan Pak Edi untuk menyampaikan materinya.

Ketika berada di kelompok belajar menulis gelombang 5, saya sudah menerima materi dari pak Edi.  Tapi  apakah materinya sama atau tidak, akan penulis ikuti saja.

Apakah masih boleh ikut belajar atau tidak karena saya sudah menerima sertifikat 40 jam.Saya memutuskan untuk mengikuti kegiatan malam ini. Mumpung masih libur dan ada kesempatan mungkin ada yang berbeda dengan materi yang lalu.

Assalamualaikum semuanya, semoga sehat selalu dan  selalu semangat menghadapi berbagai keadaan yang kita alami. Ucapan salam disampaikan oleh pak Edi sebagia pembuka kegiatan ini.

Pandemi virus corona yang kunjung berhenti,bahkan hingga saat ini semakin banyak yang terpapar virus tersebut. Angka menunjukan kurang lebih 64.958(Kompas,com) adalah suatu bukti bahwa negara kita sangat sulit mengendalikannya.

Karena situasi ini maka banyak penerbit yang yang mengalami permasalahan. Pak Edi mengatakkan bahwa beliau membuka dapur-dapur semua yang berkaitan dengan penerbitan dari hulu hingga hilir, semoga dapat memberikan sedikit gambaran yang terjadi saat ini.

Ketika beliau  mengawali dengan, dunia penerbitan itu sendiri, dimana dunia penerbitan adalah dunia bisnis semata, yang tentunya diikuti dengan idealisme di dalamnya.

Dalam dunia bisnis, nomor satu yang dicari adalah keuntungan atau dapat dikatakan berujung pada Duit atau UUD (ujung-ujung nya Duit) dalam hal ini penjualan buku untuk bisnis penerbitan.
Outlet utama bisnis penerbitan buku adalah toko buku, yang menjadi soko guru dari bisnis ini, sehingga ketergantungan ini sudah menjadi suatu ekosistem yang khas.

Pandemi ini betul-betul meluluh lantakkan semua bisnis, walaupun tidak semuanya terdampak, akan tetapi dunia penerbitan menjadi salah satu terdampak yang cukup signifikan.

Pak Edi juga menjelaskan bahwa pada bulan Januari 20-Februari 2020, omzet Toko buku masih sangat normal, dan tidak ada tanda-tanda terjadinya pusaran badai yang tidak terduga.

Setelah pak Jokowi mengumumkan masuknya Corona di Indonesia, benih badai besar ini benar-benar telah tersemai, dan membesar dengan deret multiplikasi yang luar biasa. Menjadikan semua lini kegiatan mendadak terhenti. Laju bisnis yang tadinya masuk di gigi 5, mendadak harus mengerem dan mengganti gigi ke gigi paling rendah yaitu 1. Dan terkadang harus memarkirkan bisnisnya sementara waktu, sambil melihat keadaan.

Dengan berlakunya PSBB di beberapa daerah, dengan otomatis Toko buku andalan penerbit yaitu Gramedia, memarkirkan bisnisnya di sisi pit stop, artinya terhenti sama sekali. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas hanya berkisar 80-90% penurunannya.

Outlet yang tertutup, menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku, hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

Setelah 3 bulan parkir di Pitstop, tampaknya secercah harapan muncul di tengah badai yang tidak menentu, setelah beberpa daerah telah memetakan pandemi dengan baik, dan mencoba berani untuk bergerak.

Di bulan juni-juli, saat ini dapat dikatakan Gramedia sebagai outlet toko buku telah mulai membuka gerainya hingga mencapai angka di 80% di seluruh Indonesia, berakibat bergeraknya kembali semangat penerbit-penerbit untuk memulai New Normal.


Rebound yang terjadi ini menuntut penerbit untuk dengan cepat memutuskan apakah melaju kembali ataukan menunggu terlebih dahulu keadaan menjadi lebih pasti.

Melaju, tentunya butuh dana, sementara roda cash flow hampir terhenti 2 bulan hingga 3 bulan, sehingga gambling keadaan pun terjadi. Banyak penerbit yang telah kehabisan nafas, sehingga tetap memutuskan untuk memarkirkan bisnisnya sambil menunggu keadaan.

Sementara, penerbit jika tidak mengambil kesempatan untuk mengisi pasar, tentunya akan semakin terpuruk. Penerbit dapat memetakan buku-buku apa yang masih dapat dikembangkan saat keadaan chaos seperti ini.


Identifikasi tema buku menjadi sangat penting saat keadaan chaos seperti ini. Karena beruntung tema-tema yang upto date mengenai virus corona, telah ditebar ke penulis-penulis kami sebelumnya, sehingga dengan cepat kami mendapatkan bahan-bahan buku-buku yang berkaitan dengan virus dengan cepat.

Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah.

Pak Edi mengatakan bahwa Penerbit Andi mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat kita mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian kita launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

Buku-buku pendidikan, juga kita tetap pertahankan produksinya, karena kami yakin buku ini tidak lekang oleh keadaan apapun, sehingga produksi buku kita konsentrasikan ke buku pendidikan yang mempunyai pasar yang sangat stabil setiap tahunnya.

Keputusan-keputusan strategik diperlukan, mengingat ketidak pastian yang sangat besar untuk memproduksi buku. Kami memarkirkan mesin-mesin kami hampir 50%, untuk mengurangi beban biaya produksi, otomatis tenaga kerja yang menggerakkannya kami kurangi jam kerjanya walaupun tidak begitu drastis.

Banyak hikmah yang didapat kali ini, di sisi penulis, penulis harus selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Penguasaan materi, penguasaan penguraian materi, eksekusi penulisan, hingga penawaran ke penerbitan diperlukan kelihaian tertentu.

Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya.

Dalam penjelasannya Media WA yang dikelola oom Jay ini, merupakan latihan yang luar biasa bagus sekali, untuk menyiapkan keahlian kita dalam mengungkapan apa yang kita pikirkan, ke dalam tulisan yang dibaca, diinterpretasi oleh pembaca tulisan kita.

Semua perlu proses, latihan, dan kemauan. Sehingga komunitas belajar menulis seperti ini, merupakan sarana latihan dalam menangkap peluang yang mungkin tidak selalu ada. Menulis perlu latihan, latihan perlu waktu perulangan secara rekursif (looping) berkali-kalai sehingga bapak ibu akan semakin lihai dalam mengolah kata yang dirangkai dalam tulisan.

Bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk bapak ibu mulai menulis, karena di dalam blog... tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang bapak ibu tawarkan.

Penerbit akan selalau melihat sisi ekonomi dalam setiap tulisan bapak ibu sekalian, sehingga kemurnian keputusannya di dasarkan oleh bisnis semata.Sehingga terkadang tulisan kita yang luar biasa, tidak terlihat oleh penerbit yang hanya melihat business process nya saja, bukan writing processnya.

Dengan sudut pandang ini, bapak ibu perlu sedikit berempati kepada penerbit yang merupakan penjual komoditas tulisan ini. Empati yang harus dilakukan adalah, mencoba melihat visi misi penerbitannya. Kebiasaan tema-tema yang diterbitkan oleh penerbit. Intip juga buku-buku best sellernya yang biasanya dipampang di toko buku di rak Best Seller.

 Nah, kali ini pak Edi memberitahu suatu rahasia , bahwa tidak ada buku best seller by design. Atau dirancang, didesain untuk laku keras. Buku yang laku keras adalah buku yang blessing.

Penebit Andi  pernah melakukan perencanaan matang, untuk membuat buku yang best seller. Penebit memilih tema yang luar biasa bebobot, penulis yang cukup disegani karena menang penghargaan di dunia internasional. Kami push pemasaran dengan luar biasa. Akan tetapi hasilnya cukup mengecewakan.

Buku Laskar pelangi.. saat awal terbit, penulis tidak menyangkan akan meledak. Di awal pemasarannya, sungguh mengecewakan, dan meledak karena kekuatan word of mouth, alias dari mulut-kemulut.,dari komunitas satu ke komunitas lain. dan di trigger dengan sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka yaitu Muktamar Muhammadiyah...dan terjadilah ledakan viral.. menjadikan buku tersebut best seller... tidak ada desain awal, tidak ada perencanaan untuk menuju best seller...

 Dengan berbagai pengalaman ini, komunitas senasib sepenanggungan adalah wahana yang baik dalam mengelola tulisan. Dapat kami katakan pejuang literasi yang puritan seperti Oom Jay ini dapat memberikan angin segar untuk tumbuhnya penulis-penulis baru. Yang tangguh dan tidak cengeng dengan penolakan penerbit, akan tetapi tetap berkarya hingga menghasilkan tulisan yang khas.

Punya karakter sendiri dan tentunya di tunggu kehadirannya oleh pembaca dan penerbit tentunya.
Menulis dengan tema yang betul betul dikuasai dan menulis dengan terstruktur ,muat di blog sebarkan kepada teman.

Tulisan yang susah ada di blog mendapat kesempatan untuk diterbikan,apabila sudah Percaya Diri, Kita dianjurkan membuat proposal ke penerbit yang isinya garis besar tulisan yang dapat ditawarkan ke penerbit. Penerbit akan melihat Tema, Judul Utama, Outline tulisan, pesaing buku dengan tema yang sama, positioning buku (harga, usia pembaca, gender, pendidikan, dll). Jangan lupa berikan alasan mengapa buku tersebut ditulis. Bapak ibu dapat sedikit "Ngecap" supaya penerbit tertarik dengan tulisan kita.

 Penerbit bukan maha tahu, bapak ibu sekalian, penerbit di dasarkan pada data historis penjualan. Jadi penerbit itu tidak selalu benar. Penerbit biasanya agak sedikit kurang berani dengan penulis-penulis perintis dengan tema yang berlum terekam di datanya. Sehingga proposal ini sangat perlu diberi perhatian, untuk menyadarkan penerbit akan tema yang diangkat dalam tulisan itu.

Mau terbitkan buku, buat proposal dngan bagian-bagian sebagai berikut:

1.Tulislah rencana penulisan, dengan target market yang dituju,
2.Tawarkan rancangan pemasarannya, Pemasaran era new normal sangat berbeda dengan era normal sebelumnya.
3.Proposal isinya adalah:
 Judul Buku, Outline Rencana Buku dalam bantuk bab dan sub bab, Sinopsis Buku, CV Penulis. Sertakan pula sampel bab yang sudah ditulis minimal 1 bab, sehingga memudahkan bagian editorial memerkirakan kemampuan editing mandiri penulisnya.

 Awalnya Proposal dapat dikirim ketika buku masih dalam proses,tapi naskah kalau buku sudah jadi kami malah lebih senang penerbit menerimanya, proposal ini memberikan kesempatan untuk berlatih mengikuti prosedur penulisan yang benar, sehingga dengan mengikuti alur proposal, penulis dapat dengan mudah nantinya dalam membuat sendiri alur bukunya. Apabila penulis sudah jadi bukunya penerbit akan lebih mudah mereviu.Naskah Buku yang sudah jadi dapat dikiri Pan Edi S Mulyanta  di edis.mulyanta@gmail.com

Untuk ke depannya pak Edi mengatakan bahwa buku-buku mungkin akan disalurkan ke media e-book, untuk media printing offline mungkin akan semakin berkurang jumlahnya.  Ke depan media-media selain buku akan semain banyak menghiasi dunia pendidikan. Persiapkan hal ini dengan baik, karena hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda dengan sebelumnya.

Bagaimana caranya untuk membuat buku jika sudah memiliki file yang akan dibukukan, haruskah diedit dan dicaver dahulu?

Proses Review 1 bulan, Proses Editing 1 Bulan, Proses Pra Produksi layotu cover adalah 1 bulan, PRoses produksi 1 bulan. Penulis menyerahkan dalam bentuk file Word, tidak perlu membuat cover karena cover akan dibuat oleh team desain penerbit

Berapa besar kemungkinan proposal buku kita diacc penerbit? Kalau diacc apakah pembiayaan dibantu penerbit?

Biasanya kami merespon Proposal yang diterima saja, untuk yang tidak diterima biasanya tidak direspon (3 bulan dead line). Ke depan dengan menggunakan apps. dialog bisa terjadi sehingga memungkinkan untuk mengubah alur proposal sehingga bisa lanjut ke proses penulisan.
Conten buku bebas,artinya bisa fiksi, non fiksi atau buku umum,menggunakan kertas ukuran Unesco 16x23 cm, jumlah halaman 125-200 halaman.

Rencananya,ke depan Penerbit Andi akan membuat apps untuk menuliskan proposal sehingga penulis dapat menuliskan lewat gadget perencanaan penulisan. Semoga bisa terwujud, untuk memudahkan menampung proposal yang sangat banyak setiap bulannya.
Setiap bulannya Penerbit Andi menerima naskah 150-300 judul, dan biasanya yang dipilih hanya 10-15 persen dari naskah masuk untuk bisa terbit. Pembiayaan ada di penerbit, penulis tidak mengeluarkan biaya apapun.

Sekarang Penerbit Andi Kanal e-book akan kami buka produksinya melalui Google Play/ Google Books sehingga semoga tingkat penerimaan naskah akan semakin besar dengan outlet ebook.
Promo dilakukan oleh pihak penerbit, penulis diminta membantu untuk mempromosikan. Saat ini promosi dapat dilakukan dengan webinar-webinar yang dikomandani oleh penerbit kami.

Selain itu Penerbit Andi juga  menyediakan aplikasi Zoom hingga 300 peserta, silakan dipergunakan secara maksimal bagi penulis yang berkenan menggunakannya untuk promosi.

Sebelum menutup materinya pak Edi memberi saran agar tetap mendokkumentasikan ilmu yang diperoleh secara terstruktur,agar dapat diwarikan oleh pembaca dan dapat dikembangkan dikemudian hari.

Ilmuyang ditulis terstruktur akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita. Dokumentasi yang ditulis dalam bentuk  buku akan dikirimkan ke Perpustakaan Nasional bagian deposit, yang dilindungi oleh undang-undang.

Anak cucu kita di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkah dokumentasi bapak ibu dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.

Bersyukur hari ini saya dapat mengikuti kegiatan ini,karena materinya berbeda,semakin menambah wawasan untuk tetap belajar menulis.

Salam Blogger Pemula

Friday, July 3, 2020

Teruslah Menulis Agar Menjadi Produktif


Teruslah Menulis Agar Menjadi Produktif
Bersama Bapak Dr Ngainun Naim.
Jumat,3 Juli 2020

Tidak lama lagi waktu libur semester habis, tahun pelajaran baru sudah diambang pintu,namun masa panemi corona belum selesai. Meskipun belum selesai pembelajaran tetap dilaksanakan,pembelajaran daring adalah solusi yang tepat.

Seperti malam ini pembelajaran daring belajar menulis bersama Omjai,tetap dikuti. 
Malam ini hadir sebagi narasumber adalah seorang yang sangat produktif dalam menulis. Beliau adalah  bapak Dr. Ngainun Naim dan bertindak sebagai moderator  adalah ibu Kanjeng @Sri Sugiastuti.Saat ini Bapak Ngainun Naim bertugas sebagai Dosen di Tulungagung.

Omjay  langsung mempersilahkan  bu Kanjeng( Sri Sugiastuti) untuk memimpin acara kuliah malam ini.Bu Sri Sugiastuti  menyambut dengan ucapan salam,dan langsung menyapa peserta belajar menulis.

Dan  langsung memberikan waktu sepenuhnya kepada  Pak Doktor Naim.
Bukanlah suatu  hal yang istimewa yang akan dibagikan,melainkan suatu yang sederhana namun sangat bermanfaat.

 MARI PRODUKTIF MENULIS

Bukanlah topik yang istimewa karena bapak ibu sudah menulis,pak Naim memulai sharingnya.
Sekadar bahan untuk renungan bersama beliau mengawali paparannya malam ini satu pendapat
Bahwa Guru adalah kunci penting dalam dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang diajarnya juga berkualitas. Tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan.

Menurut pak Naim bahwa,salah satu kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis.Seorang guru yang mau terus membaca buku dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya.
Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.

KUNCI-KUNCI PENTING DALAM MENULIS.

Kunci itu alat untuk membuka. Alat yang bisa menjadikan kita sekalian produktif dalam menulis, sesuai judul materi yang saya bawakan.Kita bisa mendapatkan kunci tetapi kunci akan sebatas sebagai kunci jika tidak difungsikan.

Keterlibatan kita  di grup ini ibaratnya untuk mendapatkan kunci. Tapi jika sekadar mendapatkan saja dan tidak dipraktikkan, tentu kunci itu kurang fungsional.Adapun kunci penting dalam mnenulis adalah

1   1.MOTIVASI.

Motivasi menulis bisa berupa;

            a. motivasi  sebagai anggota grup.
Mencermati komposisi anggota grup ini, menulis merupakan aktivitas yang berkaitan erat dengan profesi kita sebagai  guru.Implikasinya, semakin mahir menulis maka semakin lancar karir yang kita tempuh.
b.Motivasi materi;
           Menulis itu menghasilkan honor. Bagi penulis yang sudah sangat terkenal, honor memang             sangat berlimpah. Bukunya terus mengalami cetak ulang. Namun jumlah mereka yang            beruntungdari sisi ini tidak terlalu banyak. Sebagian besar penulis justru kurang mendapatkan perhatian dari sisi materi.
            c.  Motivasi politik
              menulis ditujukan untuk mencapai tujuan politik tertentu.
            d. motivasi cinta
                                          menulis karena memang mencintai aktivitas menulis.
Apa pun motivasi yang dipilih maka akan mempengaruhi terhadap tulisan atau buku yang akan dihasilkan.

2.MEYAKINI BAHWA MENULIS ITU ANUGERAH.

Pak Naim berpendapat bahwa mau dan mampu menulis itu anugerah.Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya; bisa karena kesibukan atau sejuta alasan lainnya. Banyak yang sesungguhnya mampu menulis tetapi tidak mau menulis.
Karena itulah bisa menulis adalah anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan terus menulis.

 Pak Naim sangat yakin  bahwa kita bisa menulis,karena  pengalaman menulis, sudah dilakukan saat menempuh pendidikan S1, atau S2 atau S3 berarti sudah menulis ribuan halaman. Itu adalah salah satu bukti kalau kita sudah bisa menulis.

Dalam setiap semesternya harus membuat makalah. Paling tidak satu semester harus membuat 10 makalah. Kalikan 10 halaman, berarti kan sudah 100 halaman. Kalikan 8 semester. Berarti kan sudah 800 halaman. Asumsinya 1000 halaman dengan laporan KKN, magang, skripsi.

Jumlah halaman pasti bertambah setelah lulus S2. Total halaman yang ditulis jika sampai lulus S2 jelas  paling tidak 500 halaman. Apalagi jika sampai selesai doktor. Jelas di atas 2.500 halaman. Sekarang hitung berapa laporan penelitian yang harus Bapak Ibu buat setiap tahun. Berapa laporan pengabdian. Sudah ribuan halaman yang sudah  bisa ditulis.

Menurut pak Ngainun Naim ada beberapa kemungkinan  yang membuat orang tidak mampu menulis, antara lain:

a.Selama kuliah spesial menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Biasanya ini yang spesial membiayai foto kopi.
b.Tidak menulis karena dibuatkan orang lain.
c.Menulis dengan melakukan “kanibal” tulisan orang lain. Misalnya mendapatkan bahan di googe lalu dipotong sana-sini sampai berbentuk layaknya tulisan.
d.  Begitu mendapatkan tugas langsung berburu referensi. Tidak berpikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi didapatkan segera dibuka, diketik, lalu tutup. Ganti referensi berikutnya, dibuka, diketik, lalu tutup.

Menulis itu membuat kita menjadi berbeda dibandingkan kawan-kawan yang lainnya. Sesederhana apa pun buku yang Bapak dan Ibu hasilkan itu tetap memiliki kontribusi penting. Jangan dengarkan nyinyiran yang tidak konstruktif. Selama masih bisa terus menulis maka akan menjadikan kita sebagai makhluk yang berbeda dengan kawan-kawan lainnya.

3. MENULIS ITU MEMBERIKAN BANYAK “KEAJAIBAN” DALAM HIDUP

Menulis itu memberikan banyak sekali manfaat. Contohnya adalah Pak Wijaya Kusumah(Omjay) seorang bloger, youtuber dan guru kita semua, mengatakan bahwa menulis setiap hari itu telah memberikan keajaiban dalam kehidupan.

Bentuk keajaiban yang dirasakan,
 [1] mendapatkan banyak materi. Karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royaliti
 [2] sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum.
 [3] memiliki banyak teman.
[4]. Bisa membeli peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan.
[5] tulisan adalah alat perekam kehidupan yang ajaib.

4.TIDAK MUDAH MENYERAH.
Banyak orang ingin menulis, tentu termasuk menulis buku, tetapi semangat menulisnya naik turun. Saat ikut kegiatan kepenulisan semacam ini, semangat menulisnya berapi-api. Tetapi saat kembali ke dunia nyata, ke dunia kehidupan sehari-hari, semangat itu perlahan tetapi pasti memudar dan akhirnya hilang sama sekali. 

Saat bersemangat, menulis berlembar-lembar halaman dalam sehari terasa ringan. Saat tidak bersemangat, satu paragraf pun terasa berat sekali. Bahkan sangat mungkin berbulan-bulan tanpa menulis sama sekali.

Menulis lima paragraf yang dilakukan rutin setiap hari jauh lebih baik daripada sepuluh halaman yang dilakukan tiga bulan sekali

5.BERJEJARING.

Jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang kita harus menepi karena Corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Ikut kegiatan semacam ini juga dalam rangka berjejaring.

6.MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA.

Menulislah setiap hari tanpa henti. Lakukan secara terus-menerus. Jika Anda merasa tulisan Anda tidak baik maka dengan menulis setiap hari tulisan Anda akan otomatis menjadi baik.

Simpulan Materi:
1.Menulis dapat menjadikan kita berbeda dengan yang lain.
2.Menulis menjadikan produktif
3.Menulislah dalan jejaring
4.Teruslah menulis setiap hari
5. Jangan mudah menyerah dalam menulis.