Friday, July 31, 2020

Menulis adalah Luapan Rasa Cinta yang Tak Tersampai


Menulis adalah Luapan Rasa Cinta yang Tak Tersampai
Bersama Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno,SH
Rabu,29 Juli 2020
  
                                                                                       


Kegiatan belajar menulis malam ini dipandu oleh Mr BamS,dan hadir sebagai narasumber malam ini adalah Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno,SH. Beliau seorang guru yang bertugas di SMP Negeri  2  Nekamese NTT.Selain menjadi guru bu Lilis juga seorang penulis,ada empat buah buku yang disharingkannya pada malam ini. Buku tersebut telah diterbitkannya yaitu Guru adalah Inspirasi, Antologi puisi Cita yang Tergerai,Beringin Tua,Mimpi dan Cita-citaku.

Penulis buku best seller ini dilahirkan di Surabaya,11 Maret 1969.Dalam tugasnya beliau mengalami berbagai rintangan. Perjuangan dan pengalamannya  di daerah terpencil sungguh menjadi inspirasi bagi kita seperti yang ditulisnya.

Ucapan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk berbagi tentang pengalamannya,sebagai guru dan penulis Buku Best Seller Guru adalah Inspirasi.

Saat ini beliau  sedang merampungkan buku Antologi Puisi, juga belajar menjadi editor buku Antologi Puisi, dan sudah terbit, diantaranya adalah Cinta Tergerai ini angkatan group menulis juga, Dalam buku ini endorsement nya Om Jay.

Buku bu Lilis masih sedikit, dan belajar jadi editor buku juga baru saja. Jadi bisa di bagikan pengalamannya kepada sahabat semuanya.

Selain menjadi guru dan penulis beliau juga menjadi instruktur provinsi NTT, mata pelajaran PPKn Jenjang SMP. Juga Narasumber Literasi daerah perbatasan.Ini ijasah saya menjadi instruktur provinsi NTT, Sertifikatnya bisa dilihat dibawah ini, 
,https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2459543784112670&id=100001712161927

Dan area atau medan kerja bu Lilis menjadi instruktur dapat dilihat di sini
Jika tidak hujan seperti ini https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3037123709688005&id=100001712161927
Bu Lilis juga pernah berjalan diitengah hutan jalan sendirianhttps://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3037121849688191&id=100001712161927Ketika itu  pas upacara bendera 2 Mei, kalau pas saya tugas mengajar jadi instruktur kabupaten maupun provinsi NTT.
Beliau berpikir harus berani,meskipun jalan sendiri,jatuh gedbug bangun lagi, sendirian lagi. Beliau mengibaratkan dirinya adalah otot kawat balung wesi, kayak wayang gatut koco ya.
Karena keberaniannya dan ketangguhannya beliau diberi julukan oleh teman-yeman bahkan pejabat NTT adalah anggota DPR jalanan.

Dulu jalan sekolah yang dilaluinya masih seperti ini,sampai-sampai jatuh 2 kali,
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1659077960825927&id=100001712161927
Tapi sekarang jalan menuju sekolah saya sudah baik dan mulus seperti pipi seorang gadis yang tak berjerawat.Puji Tuhan.

Anggota DPR Provinsi peduli
Semua kisah yang dialami bu Lilis  ditulisnya dalam buku  yang berjugul GURU adalah INSPIRASI
Serial tentang PELITA KAMPUNG BETA,Jejak Juang Guru Desa di NTT.Dan buku itu yang  telah membawanya terbang tinggi bersama karier PNS ,Pasti percaya atau karena ini nyata yang dialaminya.

Setiap seseorang menjadi Instruktur, Narasumber, atau sebutan lainnya bagi guru nya para guru mestinya Diklat terlebih dahulu,berbeda denag bu Lilis,beliau tidak mengikuti diklat tetapi beliau di minta mengajar para guru karena saya seorang penulis buku.

Ketika menjadi NARASUMBER LITERASI DAERAH PERBATASAN.Perjalanan mengajar ke daerah perbatasanhttps://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3273664242700616&id=100001712161927
Bu Lilis mengaku dirinya adalah orangnya cuek, yang penting dirinya  tiba di tempat tugas tepat waktu.Ikut truk proyek atau kendaraan apa saja, saya ikut,yang penting tidak terlambat mengajar para guru di daerah.

Dalam sharingnya Bu Lilis menyampaikan juga bahwa apapun yang Allah berikan kepada kita syukuri, dan nikmati itu sebagai anugerah terindah dari Allah untuk kita. Lalu lukiskan keadaan apapun yang Allah berikan kepada kita dalam goresan pena kita. Suatu saat goresan pena itu akan membekas pada sanubari dan menjadi sejarah indah bagi generasi kita.

Beliau  akan bagikan power pointnya saat mengajar menulis inspirasi kepada kita peserta menulis online, lebih dan kurangnya nanti bisa ditambah sebagai bekal menjadi Narasumber secara offline kepada sahabat guru.

Sat ini bu Lilis sedang mengikuti kegiatan Wardah Inspiring Teacher 2020,untuk itun beliau mohon dukungan untuk like dan komen di facebooknya agar dapat berlanjut hingga pada puncak,Amin,semoga ya ibu.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3278595272207513&id=100001712161927
 Berikut iniadalah Pengalaman mengajar guru dan siswa di Desa Waerana jalan Tour De Flores https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3227004710699903&id=100001712161927
Daerah yang sanagt dingin,cuaca siang juga masih berkabut,

Tak Lupa bu Lilis menyampaikan bahwa bila berkenan berkenalan dengannya bisa minta pertemanan di FB nya dengan buku yang Cover FB BUKU BEST SELLER
Ilmu menulis saya sudah saya bagikan dalam bentuk power point adalah yang  disampaikan keliling NTT ketika menjadi Narasumber Literasi,sedangkan yang lainnya sebagai inspirasi perjalanan dinas s yang berliku-liku dan terjal serta menyeberang kali berkali-kali.

 Motivasi  menulis  menurut Dra Lilis Sutikno.
1.       Sebagai insprasi memberikan gambaran bahwa menulis itu mudah.
2.       Membantu mencari penerbit yang murah,yang terjangkau.
3.       Munulis buku bagi guru memiki nilai ganda.
4.    Tanamkan rasa ingin hidup takkan pernag mati,Sebab seorang penulis itu tidak akan pernah mati.
5.       Jika  telah tiada, rekam jejak  terus ada.
6.       Jadilah guru inspirasi.lihat blog saya www.guruinspirasintt.com
7.       Selalu ingat pesan moral yang membangun jiwa menjadi kuat.
8.        Ingin hidupnya selalu bermanfaat utk orang lain
9.       Niatkan semua pekerjaan kita di dunia ini untuk ibadah kepada Allah.
10.   DIAM itu EMAS
11.   Menulis saja dengan penuh percaya diri, habis nulis jangan langsung di revisi.
12.   Mengedit dengan hati tenang,berdoa agar edit lebih bagus.
13.   Menulislah dengan hati,pasti sampai pada pembaca
Pada akhir pertemuan ibu Lilis  menyampaikan bahwa menulis semudah ceplok telor,maka menulislah. Menulis adalah luapan  rasa cinta yang tak sampai.Maka menulislah agar cinta itu tersampaikan dengan baik melalui tulisan kita.

Salam Literasi.

2 comments:

  1. Ahay...
    Keren bu, menulis adalah luapan rasa cinta yang tak sampai. Maka menulislah agar cinta itu tersampaikan melalui tulisan kita.

    ReplyDelete
  2. Ahay...
    Keren bu, menulis adalah luapan rasa cinta yang tak sampai. Maka menulislah agar cinta itu tersampaikan melalui tulisan kita.

    ReplyDelete