Monday, May 25, 2020

Mencoba Menulis ke-3 Membuat Donat

Mencoba Menulis ke-3

Membuat Donat

Ketika kampus  tempat putra  bungsu mengeluarkan kebijakan untuk kuliah online tanggal 16 Maret 2020 yang lalu, Putra bungsu belum mau pulang, katanya.
Kuliah online hanya 14 hari. Satu minggu berjalan, keluar kebijakan kedua, kuliah online diperpanjang sampai tangga 29 Mei 2020, maka saya langsung mengirim tiket untuk putra bungsu pulang.

Beruntung sekali waktu itu masih ada tiket pesawat, walau dengan rasa takut akhirnya putra bungsu pun sampai  di rumah dengan selamat dijemput di bandara Fatmawati.

Saat itu juga hilang rasa khawatir yang merasuk hati, tapi putra saya masih harus mengisolasi diri di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah dan surat jalan yang dibawanya.

Hingga  hari ini masih tetap melaksanakan kegiatan di rumah saja. Kebijakan ketiga kampusnyapun keluar lagi bahwa ujian semester ini dilaksanakan online. Itu artinya putra bungsu masih berada di rumah sampai batas waktu libur semester ini.

Hari ini putera bungsu, minta dibuatkan donat, maka pagi ini saya membuat donat ala saya sendiri. Yah.coba-coba buat, siapa tahu nanti bisa benar benar bagus, dapat diorder ke teman-teman.
Seperti biasa setelah mengucap syukur pada Tuhan yang Maha Kuasa, atas segala anugerah kesempatan hari ini masih diberi nafas kehidupan dan bersyukur atas perlindungan yang diberikan kepada kami sekeluarga dalam suka dan duka.

Saya langsung membuat adonan donat kentang. Adonan yang sudah dibuat tidak langsung digoreng, masih butuh waktu 2 jam untuk menunggu adonan donat mengembang.
Adonan siap dibentuk, putera bungsu siap membantu untuk menyiapkan alat alat yang akan digunakan dalam proses penggorengan. Adonan dibentuk bulat, lalu dibolong tengahnya, letakakan diatas nampan yang sudah disiapkan.

Susun sedemikian rupa, diamkan selama kurang lebih 10 menit,lalu goreng dengan minyak panas,nah donat sudah jadi. Dinginkan terlebih dahulu,kemudian ditaburi gula halus,meses,abon, coklat atau keju, donat siap disantap.
                             
Kegiatan dilanjutkan dengan mengintip group belajar menulis,Wauu, OmJay sudah posting kegiatannya hari ini.Saya pun termotivasi untuk menulis, seperti judul bukunya “ Menulislah Setiap Hari Buktikan Apa yang Terjadi.”

Saya benar-benar penasaran, apa sih yang akan terjadi? Belum tahu yang akan terjadi, karena membacanya juga belum selesai, maaf OmJay, guyur-guyur membacanya, bukannya tidak fokus  tapi menunggu waktu setelah selesai pekerjaan rutin.

Nah, ini hampir sampai pada lima tips manajemen waktu yang efetif, wah semakin penasaran  bagaimana cara memanajemen waktu yang efetif menurut OmJay, sebaiknya saya baca dulu.

1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete