Thursday, December 10, 2020

Tantangan Kamis Menulis

 

Apakah ini Rindu?

Oleh Lusia Wijiatun

                                                         


Suasana sunyi semakin sepi,

Sudah lama tak terdengar suara celotehan mereka

Suara terikan mereka tak juga terdengar

Tingkah lucu merekapun tak ada

 

Tak terlihat sendagurau dan tawa mereka

Tak terlihat juga suara pertengkaran mereka

Tak terlihat permainan bola mereka

Bahkan tak terdengar tangis mereka ketika bola diambil temannya

 

Halaman yang sangat luas,terlihat kosong

Di bawah pohon rindang itu,biasanya tempat mereka bermain

Terlihat suram, seolah menanti kedatangan mereka

Hanya dedauan yang selalu menghampirinya


 

Pendopo yang biasanya terlihat ramai dengan kegiatan

Tak terlihat lagi tarian dan gerakan ketika  mereka mengalunkan lagu

Hatiku selalu bertanya,Kapankah ini akan berakhir?

Ada apa dengankku? Apakah ini  rindu?

 

Salam literasi dan salam sehat selalu

Tuesday, December 8, 2020

Anugerah Indah di Masa Pandemi

 

                                                      Anugerah Indah di Masa Pandemi

                                                         


Halo sahabat semua,semoga dalam kedaan sehat dan bahagia.selamat betemu lagi dengan buguru.Jangan lupa ikuti pesta demorasi esok hari, mari kita sukseskan kegiatan ini dengan mematuhi protokol kesehatan,yaitu ingat selalu pesan ibu,mencuci tangan,memakai masker dan menjaga jarak.

Sahabat Buguru yang hebat, sejak kemaren Buguru merasa senang dan terharu sekali.  Rasanya selama pandemi, inilah yang paling terharu. Buguru yang tidak bercita-cita menjadi penulis,namun semenjak pandemi ini beliau memulai belajar menulis. Boleh dikatakan untuk mengisi waktu luang yang menjadi rutin.

Berkat mengisi waktu luang ini,Buguru  memperoleh suatu anugerah yang indah.Mungkin bagi orang lain anugerah ini sudah menjadi hal biasa, namun berbeda dengan buguru yang sudah alilita ini. Buguru merasa sangat bahagia, betapa tidak kemaren hari Senin,7 Desember Buguru menerima kiriman dari Penebit Andi. Walau sebelumnya sudah diberitahu oleh pihak Penerbit  bahwa akan dikirim  draf buku yang sudah diedit. Buguru masih agak heran saja,dan bertanya-tanya.

Dengan perasaan yang bahagia bercampur cemas, Buguru membuka amplop, satu demi satu dilihat dan dibaca,ternyata satu bundel isi amplop adalah Surat Perjanjian Penerbitan lengkap dengan nomor surat dan beberapa lampiran lainnya. Buguru melanjutkan membuka lembaran lain, ada bagian yang harus diparaf dan ada juga yang ditandatangani. Dan pada lembaran yang tertulis kirim kembali, segera Buguru kirim secepatnya.

Tak lupa Buguru bersyukur dan berdoa, terimakasihTuhan atas anugerah indah pada masa pandemi ini.  Terimakasih kepada Prof Eko,Pak Joko,Bu Nita,OmJay,  Bu Kanjeng, juga buat sahabat semua,atas dukungannya selama ini yang selalu memotivasi.Mohon doa agar proses penerbitan lancar begitu juga proses pemasarannya.Amin

Salam Literasi,dan salam sehat selalu

Lusia Wijiatun.

UAS Hari Kedua

 

  UAS Hari Kedua

Salam dari Blogger pemula Dunia Belajar,  yang biasa dipanggil ibu Lusia,salam sehat dan bahagia selalu.


                          

Sudah satu minggu pembelajaran tatap muka   dilaksanakan  di sekolah bu  Lusia  bertugas.Selama itu pula kegiatan berjalan dengan lancar.Anak-anak antusias untuk mengikuti pembelajaran ini.Pihak orang tua  sangat mendukung sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka ini.  Terlihat dari raut wajah  yang ceria dan ketepatan  waktu mengantar dan menjemput dengan tertip.

Namun demikiang masih ada bebrapa siswa yang belum dapat mengikuti pembelajaran tatap muka ini.Sesuai dengan imbauan bapak mentri  Nadiem Makarim, kita tidak  bisa mengharuskan  kalau orang tua siswa  masih belum menyetujui dengan kegiatan tatap muka., begitu juga imbauan dari Pemerintah daerah. Oleh karena itu guru-guru masih melayani pembelajaran  jarak jauh denagn sistim luring.

Teknik pembelajaran tatap muka dilaksanakan 2 shiep, setiap shiep terdiri dari 15 atau 14 orang.Shiep pertama dilaksanakan pada hari Senin,Rabu dan Jumat, sedangkan shiep kedua dilaksanakan pada hari Selasa,Kamis dan Sabtu.

Kegiatan pembelajaran sangat berbeda dengan pembelajaran sat sebelum pandemi, Anak-anak duduk dengan jarak yang sudah diatur, semua memakai masker dan face shield yang disediakan oleh pemerintah.

Perilaku siswa dapat teratur dengan sendirinya,mereka selalu menjaga diri masing-masing sesuai anjuran guru. Suasana sunyi  tanpa ada yang bicara kalau tidak begitu penting, berbicara kalau ada yang ditanyakan. Pada pembelajaran masa pandemi ini terlihat guru lebih ahtif dari pada siswa. Sungguh sangat berbeda,anak-anak lebih banyak diam, mungkin karena memang selalu ingat akan pesan ibu yang sering dikumandangkan.

Hari ini adalah hari  kedua Ulangan Akhir Semester Ganjil, suasana  semakin sunyi. Anak-anak sibuk dengan mengerjakan tugasnya. Semua mengerjakan dengan tertip di tempat duduk masing-masing.Ibu guru membagi kertas ulangan dan meletakna di meja mereka.Setelah ada aba-abaatau perintah ,barulah mereka mengerjakan sesuai intruksi yang disampaikan bu guru.

Teknik pelaksanaan ulangan ini juga dilaksanakan dua shiep. Sihiep pertama dan kedua, agar jarak siswa dapat diatur sedmikian rupa sesuai dengan protokol kesehatan.

Pelaksanaan ulangan hari kedua ini dapat dilaksanakan dengan lancar, semoga hari selanjutnya pun dapat dilaksanakan dengan lancar. Besok hari Rabu, 9 Desember 2020, anak-anak libur.Ulangan akan dilanjutkan pada hari Kamis  sampai Selasa yang kan datang.Demikian situasi UAS di sekolah bu guru.. 

Terimakasih salam sehat selalu. Semoga pandemi cepat berlalu.

Thursday, December 3, 2020

Handphone Sudah Menjadi Kebutuhan

 

Kamis Menulis denga tema Medsos

Handphone  Sudah Menjadi Kebutuhan

Oleh Lusia Wijiatun,S.Pd

                


Salam sejahtera untuk kita semua, selamat bertemu kembali di Blog Dunia Belajar bersama ibu Lusi.Pada kegiatan Kamis Menulis ini sedikit akan bercerita tentang handphone.

Saat ini handphone sudah menjadi kebutuhan,sama dengan kebutuhan lainnya. Hampir semua kalangan sudah menggunakan handphone  atau Hp. Bahkan anak-anak balita ketika menangis, diberikan hp pun langsung terdiam dan memperlihatkan senyumnya.Itulah kenyataan yang terjadi.

Apalagi pada masa pandemi ini, hp sudah menjadi kebutuhan pokok ,karena sangat dibutuhkan oleh anak-anak  untuk mengikuti pembalajaran jarak jauh. Sebelum ada pandemi covid-19,anak-anak yang sudah memiliki hp tidak dibiarkan begitu saja menggunakannya. Terutama pada jam-jam sekolah, bahkan ada larangan untuk membawa hp ke sekolah.

Sat ini penggunaan hp menjadi suatu yang sangat penting,karena dengan hp inilah mereka mendapat pelajaran dari gurunya masing masing.Bagi siswa yang belum mempunyai hp sendiri pun saat ini sudah diusahakan oleh orang tua mereka agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Hp saat ini benar-benar sudah menjadi kebutuhan.

Kebutuhan hp ini sangat dirasakan, begitu pentingnya sehingga suatu saat hp ketinggalan , dengan sigap kembali lagi untuk mengambilnya. Bisa dibayangkan guru yang  hpnya ketinggalan maka tidak dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada siswanya. Pengalaman ini pernah dialami sendiri oleh penulis.

Ketika sampai di sekolah dan sudah waktunya untuk menyampaikan materi pembelajaran,membuka tas ternyata hp tidak ada maka siswa mengalami keterlambatan dalam menerima materi pelajaran. Berbagai rasa berkecamuk dalam hati,resah gelisah,malu dan sebagainya.

Dengan memiliki  hp juga kita lebih percaya diri, kita dapat mengetahui perkembanngan teknologi dan informasi. Tentu saja kalau hp itu digunakan untuk mengetahui hal hal yang penting dan dapat menambah pengetahuan, Tetapi kalau hp hanya digunakan untuk hal –hal yang kurang bermanfaat akan merugikan diri sendiri juga. Haruslah pandai dan bijaksana dalam penggunaannya.

Alangkah baiknya hp digunakan untuk hal-hal yang  baik dan bermanfaat, misalnya untuk belajar online seperti yang penulis lakukan. Untuk menawarkan produk yang kita buat di masa pandemi ini bahkan dengan hp ini juga dapat  menjalin  pertemanan  dengan teman guru  di seluruh penjuru tanah air.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa handphone sudah menjadi kebutuhan. Bagaimana menurut anda?

Salam literasi, salam sehat dan bahagia.

Wednesday, December 2, 2020

Tumpeng Ulang Tahun ke-63

 

Tumpeng Hari Ulang Tahun ke-63.

Oleh Lusia Wijiatun.

Halo teman-teman, tidak asing dengan yang namanya tumpeng ya? Mungkin teman- teman sering melihat tumpeng, misalnya pada resepsi pernikahan,atau perayaan ulang tahun  dan lain lain. Apa itu tumpeng?

Tumpeng atau nasi tumpeng adalah makanan masyarakat Jawa yang penyajian nasinya dibentuk kerucut dan ditata bersama dengan lauk-pauknya. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, nasi putih biasa, atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia sudah mengenal kegiatan ini secara umum. Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah berbentuk bundar tradisional yang terbuat dari anyaman bambu) yang telah dialasi daun pisang. ( sumber:https://id.wikipedia.org/wiki)

Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan. Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.

Nah,  Sebagai ucapan syukur saya akan mencoba membuat tumpeng dengan tema  ulang tahun yang diperuntukan suami tercinta.  Silahkan lihat hasilnya.

    




Hari ini Rabu,2 Desember 2020 adalah peringatan hari jadi pendamping hidup saya Pak Iman panggilannya. Tidak seperti tahun yang sudah-sudah, tahun ini agak istimewa. Sudah delapan tahun pak Iman pensiun, selama itu pula hari ulang tahun menjadi hari nyang biasa-biasa saja. Tidak ketika masih ahtif di salah satu sekolah swasta,di hari ulang tahunnya, saya selalu menyediakan konsumsi yang di bawa ke sekolah untuk dinikmati bersama teman-teman guru. Namun selama delapan tahun ini hanya dirayakan di rumah saja, bersama anak-anak. Lebih sederhana lagi kami merayakan hanya berdua, karena anak-anak berada di luar kota.

Pak Iman pensiun semenjak umur 55 tahun,karena peraturan Yayasan untuk pengabdian memang sampai pada usia 55 tahun saja. Berbeda dengan saya yang mengabdi sebagai guru PNS akan mengalami purnabakti atau pensiun pada usia 60 tahun.

Selama delapan tahun ini tidak banyak kegiatan yang dilakukannya, terkadanng hanya merawat beberpa tanaman yang ada di kebun kecil kami. Namun terkadang hanya di rumah saja merawat beberapa tanaman hias. Yang paling banyak dilakukan adalah membantu saya.

Rambut yang mulai memutih sudah mulai menghiasi kepalanya yang dicukur cepak, hari ini suamiku(pak Iman) terlihat begitu bahagia. Tidak pernah menyangka sama sekali kalau saya akan

 membuatkan tumpeng dihari ulang tahunnya yang ke- 63 ini.

Terimakasih ucapnya sambil kembali tersenyum bahagia. Selamat ulang tahun,semoga panjang umur dan sehat selalu, serta jangan lupa bahagia ya.

 

Salam literasi.