Thursday, August 27, 2020

Program September Ceria

Program September Ceria

Rabu,26 Agustus 2020, tanpa disangka dan diduga ada pembelajaran ,Sejak siang hari tidak begitu ahtif melihat group Belajar menulis,karena menyelesaikan tugas sebagai team pengembang kukrikulum Muatan Lokal  bahasa daerah.Sambil beristirahat coba membuka group Belajar menulisdan langsung membuka link yang berjudul  Ekoji dan Lisa A. Rianto, Serumpun Padi.  Sebuah lagu yang dinyanyikan dengan suara merdu Mbak Lisa A. Rianto yang selalu saya tunggu penampilannya di TVRI dulu .Teringat ketika duduk di Sekolah dasar pak guru mengajarkan lagu itu. Kami disuruh ke depan menyanyikan lagu itu boleh dengan lenggak lenggok.  Wahh ... tersenyum sendiri bila mengingatnya.

Berlanjut pada chat berikutnya, bahwa malam ini akan mendapat pencerahan dari Prof Eko Indrajit. Langsung saya ikuti,meskipun terlambat,baca dengan cepat takut ketinggalan seperti ketika Prof menyampaikan materi yang terdahulu. Saya kecewa tidak  sempat mengikuti tantangan beliau yang berjudul Menulis Buku dalam Seminggu, karena waktu itu baru saja ikut belajar menulis.

Malam ini adalah kesempatan untuk mengikuti kembali,kalau-kalau bisa ikut menulis dalam bimbingannya.
Ucapan selamat malam kepada kita semua yang beliau  cintai. Beliau juga mengucapkan selamat berjumpa.”adalah suatu kehormatan dapat berjumpa dengan anda semua,”katanya  lagi.
Tak lupa beliu juga  berdoa agar kita  dalam keadaan sehat tak kekurangan suatu apa.

Pada awal kegiatan berbagi malam ini Prof Ekoji  meyakini bahwa  semua telah mendengarkan banyak kisah dari penulis-penulis hebat yang menginspirasi. Mereka semua telah membuktikan bahwa pada dasarnya menjadi penulis itu mudah. Termasuk menerbitkan hasil karyanya.
Yang penting adalah kemauan. Seperti pepatah, dimana ada kemauan, di situ ada jalan.

Prof Ekoji mulai menulis semenjak semeste 1 di ITS tahun 1988, alasannya menulis karena beliau merasa kesepian karena untuk pertama kali kos jauh dari orang tua., Beliu kuliah pada jurusan teknik komputer,maka beliau sering menulis di majalah-majalah komputer. Artikel pertamanya dimuat di majalah Mikrodata versi lawas.

Selama hidupnya beliau sudah menerbitkan lebih dari 50 buku. Sebagian besar dipublikasikan dalam bahasa Indonesia dan beberapa dalam bahasa Inggris.
Senang membaca buku sejak kecil itulah yang membuatnya juga senang menulis. Buku yang menjadi  favorit Prof Ekoji adalah karya-karya Karl May, RA Kosasih, Album Cerita Ternama, Cerita Lima Benua, Alfred Hitchcock, dan lain sebagainya. Majalah anak-anak seperti Bobo, Kuncung, Kawanku, dan lain-lain menjadi santapan sehari-hari waktu di SD.

Waktu SMP dan SMA, sekolah Prof Ekoji mewajibkan membaca karya sastra Indonesia dan membuat sinopsisnya. Di SMA 113 sinopsis karya-karya sastra Indonesia yang dibuat Prof Ekoji memegang rekod selama 3 tahun studi. Karena belajar sastra, maka kesempatan itu digunakan untuk  membuat puisi, pantun, dan gurindam untuk menggoda dan mendekati calon istrinya. Hasil dari banyak membaca dan menulis adalah berhasil menggaet artis sebagai istri.

Diajak menulis  bersama ketika ayah beliau pensiun,bahkan sudah menulis buku bersama lebih kurang 10 buku. Ayah yang sudah berusia 79 tahun menulis buku kurang lebih 20 buku dan diterbitkan di mana-mana.

Alasan menulis agar tidak pikun, dan cari kesibukan. Dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitarnya.
Prof Ekoji yang mempunyai moto hidup saya sederhana "cara menabung paling mudah adalah dengan cara membagi". Dengan menulis, maka dapat  memberikan pikiran walaupun sederhana kepada orang lain. Dengan demikian, tabungan jumlah teman dan jejaring nya  meluas. Dari situlah beliau mendapatkan warna warni kehidupan yang tak terpikirkan sebelumnya. Cita-citanya bisa keliling Indonesia dibayarin orang lain berhasil menjadi kenyataan karena menulis.
Menurut Prof Menulis paling mudah adalah jika temanya sesuatu yang kita SUKAI dan KUASAI. Apapun itu. Memang menyusun kalimat pertama terasa sulit. Tetapi ketika sudah berhasil, akan mengalir dengan sendirinya. Lama-lama menjadi ketagihan.

Menulis satu halaman sebelum tiduradalah salah satu cara yang dilakukannya, Tulis apa saja yang ada di kepala. Kalau satu hari satu halaman, berarti tiga bulan bisa jadi sekitar 100 halaman. Barulah diterbitkan dalam bentuk bunga rampai pikiran sebelum tidur.

Ayo menulis lagu untuk guru. Menulis satu minggu hanya dapat dilakukan apabila yang ditulis adalah BIDANG KEPAKARAN kita, sehingga tulisan akan mengalir tanpa harus banyak membaca referensi. kalau sama saya, dibuthkan minimal 2 minggu. Satu minggu adalah membuat 50 halaman ringkasan dari apa yang saya sampaikan di Ekoji Channel, satu minggu berikutnya menambahkan 50 halaman dari berbagai sumber lain untuk memperkaya khazanah pembahasan.


Ini yang waktu itu belum sempat saya ikuti karena terlambat informasi,kali ini saya ingin mengikuti menulis bersama Prof Ekoji,dalam Program September Ceria separti judul lagu. Semoga saya dapat mengikuti program ini. 
Terimakasih Prof  Richardus Eko Indrajit atas kesempatan yang diberikan.
Salam Bloger Pemula
Lusia Wijiatun

No comments:

Post a Comment