Sunday, August 16, 2020

Membangun Indonesia melalui dunia Pendidikan dengan pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.


Tema : Membangun Indonesia melalui dunia Pendidikan dengan pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.

Judul : Pembelajaran di Tengah   Pandemi
Oleh Lusia Wijiatun,S.Pd



Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di garis Khatulistiwa.Pulau yang terdiri dari pulau besar dan kecil membentang luas di antara  dua  Samudra, beberapa pulau terpisah oleh selat, teluk dan lautan luas,sehingga disebut Zambrud Khatulistiwa.Selain itu negara Indonesia yang  memilik tanah yang subur, hijau membentang bagaikan permadani  di pelataran.  dan mendapat julukan sebagai  Paru-paru dunia.

Indonesia yang indah terlepas dari penjajahan bangsa lain pada tangggal 17 Agustus 1945.Ketika itu baru saja dijajah oleh bangsa Jepang, namun sebelumnya sudah dijajah bangsa asing lainnya, dan yang sangat lama menjajah adalah Belanda. Penjajahan Belanda tidak terhitung dengan puluhan tahun tapi lebih terkenal dengan ratusan tahun yaitu  350 tahun yang disebut juga  3,5 abad. Waktu yang demikian lamanya membuat hampir seluruh hasil bumi Indonesia terkuras habis.

Sangat bersyukur,berkat perjuangan para pahlawan negara Indonesia dapat terlepas dari penjajahan. Pada masa penjajahan, banyak putra bangsa  Indonesia yang  tidak dapat mengenyam pendidikan,hanya kalangan bangsawan dan orang-orang kaya  saja yang dapat menikmati pendidikan kala itu.

Kaum perempuan pun tidak banyak yang mendapat pendidikan,perempuan yang dianggap rendah tidak perlu bersekolah. Hingga suatu hari ada seorang perempuan bangsawan membela kaum perempuan. Akhirnya dapat mengenyam pendidikan dimulai dari sekolah keputrian. Kartini adalah seorang putri bangsawan yang dapat merasakan penderitaan kaun perempuan. Melalui surat-suratnya Kartini menceritakan kepada sahabatnya yang ada di Eropa. Kumpulan surat-surat  Kartini disebut Habis gelap terbitlah terang. Banyak tokoh lainnya juga yang memperjuangkan pendidikan.

Tujuan utama pendidikan nasional ketika terlepas dari penjajahan yaitu mencerdaskan dan meningkatkan kualitas serta kemampuan bangsa. Tujuan yang sebenarnya  dari pendidikan  zaman kemerdekaan adalah  untuk mengisi tata kehidupan dan  pembangunan. Namun karena kondisi saat itu, kondisi politik yang tidak stabil berpengaruh dengan dinamika pendidikan saat itu. Maka terjadi perubahan arah dan orientasi pendidikan nasional misalnya pada masa awal kemerdekaan .

Melalui SK  Mertri pendidikan,pengajaran dan kebudayaan No.104/Bhg.0 tanggal 1 Maret 1946 tujuan pendidikan  berorientasi pada usaha menanamkan  jiwa patriotisme dan lebih jauh dimaksudkan untuk menghasilkan patriot-patriot bangsa yang rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Pada tanggal 25 November 1945 berdiri Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) yang mempunyai asas-asas perjuangan sebagai berikut:
1.       Mempertahankan dan menyempurnakan  Republik Indonesia
2.       Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasr-dasar kerakyatan.
3.       Membela hak dan nasib buruh pada umumnya dan guru pada khususnya.

Masa itu pendidikan di Indonesia tidak berjalan sepenuhnya,karena pada saat itu indonesia masih dalam masa agresi dari Belanda ,sehingga para pengajar pun ikut berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan .

Banyak muridpun mengungsi ke tempat lain dan tidak dapat melanjutkan pendidikannya,sekolah ditutup.Saat Indonesia sudah mulai aman sekolah bengangsur angsur dibuka kembali. Sekolah-sekolah di  Indonesia normal kembali setelah perang kemerdekaan berakhir pada akhir 1949.

Hingga masa kemerdekaan pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menentukan tujuan pendididikan di Indonesia agar lebih jelas dan maju.Dengan demikaian maka bisa mengarah pada pencapaian kompetensi  yang dibutuhkan serta pembelajaran yang kondusif dan efektif. Berdasarkan tujuan tersebut   banyak dikeluarkan kebijakan  dalam bidang pendidikan yang digunakan untuk  merencanakan  dan mengatur  pendidikan.  Setelah kemerdekaan  pendidikan di Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Salah satunya adalah UUD1945 pasal 31 yang mengatur mengenai sistem pendidikan nasional.

Berdasarkan uraian di atas  sebagai guru penulis harus dapat mengatasi bagaiman cara menyampaikan pembelajaran  dalam situasi apapun. Itulah wujud yang akan penulis lakukan untuk meneruskan perjuangan para pendiddik dan pengajar pada masa lalu yang begitu gigih dan tekun dalam perjuangan terutama dalam bidang pendidikan.

Pendidikan masa  pendemi covid-19  yang terjadi saat ini, pendidikan masih dalam penyempurnaan kurikulum 13 yang selalu mengalami revisi hingga tahun 2018. Tanpa kita ketahui sebelumnya akan  mengalami perubahan dalam cara penyampaiannya. Penyampaian  pembelajaran dengan tatap muka  berubah menjadi tatap HP,Laptop atau Nootbook. Pembelajaran dalam jaringan adalah menjadi pilihan yang tepat untuk saat ini,agar siswa dapat  belajar meskipun di rumah saja.

Berdasarkan Surat Edaran nomor 39962/MPK.A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang pebelajaran daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan Penyebarab corona virus Disease(Covid-19).Dan Surat Edaran nomor 4 tahun tangga 24 Maret 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease(Covid -19) seluruh kegiatan belajar mengajar disekolah maupun perguruan tinggi menggunakan metoda dalam jaringan atau online.

Berbagai upaya dilakukan guru untuk melaksanakan tugas mulia ini, sebagai guru Sekolah Dasar yang tidak lagi muda,bukanlah suatu hal yang mudah  melaksanakan tugas ini. Namun semangat tidak boleh kendur, untuk menghadapi tantangan ini penulis harus belajar lebih giat, penulis tidak menyerah begitu saja,  penulis tidak mau kalah dengan guru yang muda-muda. Meskipun harus bertanya dan belajar dengan mereka.

Penbelajaran daring yang efektif adalah pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan semua pihak. Antara lain siswa,guru dan orang tua. Ketiga elemen ini harus saling mendukung dan bekerja sama. Tanpa adanya kerja sama yang baik atau kolaborasi yang baik maka pembelajaran dalam jaringan efektif tidak akan berjalan dengan baik pula.

Saat ini negara Indonesia sedang mengalami perubahan besar disegala bidang. Bidang pendidikan pun terkena imbasnya.  Untuk menghadapi semua ini penulis ingin ikut  membangun Indonesia melalui dunia Pendidikan dengan pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.
Ada beberapa model pembelajaran jarak jauh saat ini yang dapat digunakan. Antara lain , Facebook, Instagram, WhatsApp, zoom,  google, clasroom, youtube, blog dan masih banyak lainnya. Sejauh ini penulis sudah memakai beberapa cara yaitu,WhatsApp Group, Youtube, Video powerpoint, Blog.

1.  WhatsApp, digunakan penulis sebagai sarana utama pembelajaran daring, melaui WhatsApp Group penulis menyapa seluruh siswa, mengajak berdoa dan menjelaskan apa yang akan dipelajari setiap harinya.
2.    Youtube, digunakan penulis untuk menyampaikan materi pelajaran  yang akan di share melalui WhatsApp. Persiapan yang dilakukan adalah, menyiapkan materi  dengan powerpoint kemudian memberikan penjelasan dengan cara merekam suara  dan menampilakan contoh-contoh yang berhubungan dengan materi pelajaran, kemudian di unggah ke youtube.
Contoh,
https;//youtu,be/6suHKtXQNj8
 https://www.youtube.com/watch?v=GrvDAmSr4dA&feature=youtu.be
3.   Vidio, Persiapan yang yang dilakukan sama dengan persiapan bila menggunakan youtube, namun hanya sebatas  powerpoint yang ditampilkan melalui video saja, tanpa di unggah ke youtube.
4.  Blog, Penulis juga mengunakan media Blog untuk menyampaikan materi pembelajaran, Caranya, penulis menyiapkan materi dan menjelaskan  di Blog secara rinci.
Contoh,

Keempat  media ini lah  yang digunakan penulis untuk pembelajaran jarak jauh yang efektif,namun yang lebih sering digunakan adalah  adalah WhatsApp dan Blog.  Alasannya adalah ketika penulis menyampaikan materi melalui Blog, maka nilai yang diperoleh siswa saat diberikan evaluasi melalui google forms sebagai umpan balik pembelajaran yang disajikan, itu lebih baik daripada bila penulis menggunakan melalui media lainnya.

Maka bagi penulis  media apapun yang digunakan,media yang efektif adalah bagaimana cara guru mengemas materi pembelajaran yang di sampaikna kepada siswa hingga menjadi pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan,karena alasan sudah dijelaskan di atas, alasan tersebut dapat diperoleh dari orang tua siswa yang menceritakan keadaan anaknya ketika belajar. Hal ini dapat menambah semangat   anak anak dalam mengikuti pembelajaran dalam jaringan.

Selain dari keempat media sosial yang digunakan, alokasi waktu juga merupakan hal yang harus dipertimbangkan. Sesuai dengan kelebihan pembelajaran daring antara lain, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.Selain batas waktu yang ditentukan dalam pembelajaran pada jam sekolah,bagi siswa yang  tidak mempunyai hp sendiri diberi kesempatan untuk menggunakan hp orang tuanya saat orang tuanya  pulang dari bekerja. Untuk itu guru harus selalu menyediakan waktu bagi anak didik untuk menyelesaikan tugasnya atau untuk menjelaskan hal-hal yang belum dipahami.

Kolaborasi antar guru kelas pun sangat dibutuhkan,demi terlaksananya  pembelajaran daring. Kolaborasi dapat dilakukan dengan pembagian tugas dalam penyajian materi. Misalnya bila ada lima rombongan belajar dalam kelas yang sama maka pembagian tugas materi dapat disampaikan secara bergantian,sesuai dengan kesepakatan kelima guru kelas tersebut. Hal ini dapat sedikit meringankan beban dalam menyiapkan materi pelajaran.

Lima bulan sudah pelaksanaan daring dilakukan. Perubahan dunia pendidikan semakin terasa,kualitas sumber daya manusia yang diharapkan untuk menyongsong generasi emas menjadi terganggu dengan adanya pandemi covid  19 ini. Pendidikan yang akan menentukan bangsa akan menyongsong masa depan. Inilah yang menjadi tantangan, bukan hanya bagi para pendidik dan pengajar namun akan menjadi tantangan bagi kita semua.

Menurut Prof Eko Indrajit dalam youtubenya,pandemi  covid-19 mampu memporakpodakan segala lini kehidupan,hanya saja jika semua bisa melewati dengan baik maka masyarakat akan lebih tangguh. Hal ini tentu berlalu di dunia pendidikan. Pada masa pandemi ini,siswa guru,dan orang tua punya peranan tersendiri untuk menjalankan aktifitas pendidikan.

Dari penjelasan Prof Eko Indrajit, terlihat jelas bahwa peran guru, orang tua dan masyarakat sangat penting.Perlunya kolaborasi antar elemen-elemen yang sudah disebutkan. Semoga Pandemi covid-19 cepat berlalu. Sehingga pendidikan kembali normal seperti yang diharapkan.

Harapan yang ingin dicapai adalah supaya rantai penularan covid-19 ini segera dapat dihentikan. Supaya kehidupan kembali normal begitu juga dengan pendidkan.Mari kita masing-masing dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Disiplin diri adalah salah satu cara agar dapat terhindar dari penularan pandemi covid-19.

Salam sehat selalu
Blogger Pemula.

Daftar Pustaka
warta sejarah.blogspot.,kumparan.blogspot, Tirto.id, Cekaja.com, Kompas.com

15 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Dengan perubahan sistem pendidian di era new normal semoga pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik sesuai tuntutan kurikulum sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang cerdas

    ReplyDelete
  3. Semoga cepat berlalu virus convid 19nya amin ya rabbal alaamiin
    Good luck bunda sayang ��

    ReplyDelete
  4. Semoga Pandemi segera berakhir, siswa2 kita segera dapat bersekolah seperti biasa dengan aman,nyaman dan menyenangkan dengan bimbingan guru amin

    ReplyDelete
  5. Semoga Pandemi segera berakhir, siswa2 kita segera dapat bersekolah seperti biasa dengan aman,nyaman dan menyenangkan dengan bimbingan guru amin

    ReplyDelete
  6. Amin, terimakasih ibu Ka dukungannya.

    ReplyDelete
  7. Semoga keadaan segera membaik, aktivitas bisa berlangsung seperti sedia kala.. aamiin ya Rabbal'alamin

    Semangat bunda

    ReplyDelete